3 Kunci Fresh Graduate Era New Normal

Fresh graduate (FG) pada masa New Normal memiliki tantangan tersendiri. Mereka harus membiasakan diri dengan sistem rekrutmen dan juga alur kerja perusahaan secara online dan juga mobile. Jam atau waktu kerja mereka juga lebih fleksibel karena terbantu dengan adanya HRIS. Dengan adanya penggunaan teknologi komunikasi dalam alur kerja yang sekarang diterapkan banyak perusahaan, para FG juga harus mengubah strategi dalam memasuki dunia kerja di era ini. Berikut ini 3 kunci penting untuk para FG era New Normal:

1. Mencari Pengalaman Kerja

Pengalaman kerja yang dimaksud adalah pengalaman kerja yang keluar dari zona nyaman para FG. Pengalaman kerja yang berbeda atau pun yang baru, dapat membangun kualitas para FG baik secara hard-skill maupun soft-skill. Pemikiran dan wawasan para FG harus lebih terbuka di saat-saat seperti ini. Pengalaman kerja tidak hanya didapatkan dari pekerjaan kantor biasa, tetapi juga bisa dari freelance atau part-time. Walaupun kemungkinan besar sekarang sulit untuk mendapatkan pekerjaan yang diminati, tapi sebagai FG harus mencoba berbagai pekerjaan, sehingga dari pekerjaan tersebut bisa memberikan pengalaman dan membentuk mental FG, dan secara tidak langsung meningkatkan kualitas dari FG untuk lompatan kerja selanjutnya.

2. Dapat Beradaptasi

Para FG harus dapat beradaptasi dengan keadaan baru, seperti bekerja dari berbagai tempat, karena adanya penggunaan teknologi komunikasi. Jam/waktu kerja yang lebih fleksibel dan bisa langsung dilacak melalui sistem juga salah satu perubahan besar dalam era New Normal. Para FG harus bisa menggunakan HRIS, serta semua sistem yang berkaitan dengan pekerjaan mereka. Bahkan sekarang ada beberapa perusahaan yang lebih memilih untuk menggunakan kontrak kerja untuk mencari karyawan baru, mencari pekerja lepas/paruh waktu dalam memenuhi kebutuhan akan pegawai/karyawan, dan para FG dituntut untuk bisa beradaptasi dengan hal tersebut. Membangun koneksi secara online juga dapat membantu para FG dalam mencari pekerjaan, salah satunya melalui LinkedIn. Sistem rekrut online juga merupakan salah satu perubahan yang harus diterima para FG.

Baca Juga:   4 Cara Mengurangi Turnover di Kantor

3. Lebih Proaktif

Para FG dituntut untuk lebih proaktif dalam mencari pekerjaan melalui berbagai alat, seperti LinkedIn, aplikasi pencari pekerjaan, surel, dan media sosial lainnya. Salah satu poin penting dari proaktif adalah para FG harus sering-sering membuat CV versi terbaru sesuai dengan posisi dan perusahaan di mana mereka melamar. Penyesuaian CV menjadi bahan pertimbangan penting untuk para HR perusahaan yang menerima ratusan bahkan ribuan CV per harinya.

Dalam era New Normal, jumlah pelamar melebihi dari jumlah lowongan pekerjaan yang ada. Sekarang, menjadi tugas para FG untuk meyakinkan para HR perusahaan bahwa mereka memiliki nilai yang baru dan berbeda dari para saingannya, sehingga mereka bisa lolos dalam tahap seleksi dan mendapatkan pekerjaan yang mereka mau.

Scroll to Top