3 Tips Manajemen Krisis Perusahaan

Setiap perusahaan tentunya tidak terlepas dari kemungkinan adanya krisis. Dalam hal ini, harus ditanggapi dengan menggunakan manajemen krisis perusahaan, yang tidak terlepas dari adaptasi yang relevan dengan keadaan krisis. Berikut ini ada 3 tips manajemen krisis perusahaan:

1. Membentuk tim khusus

Dalam menghadapi krisis, perusahaan tidak bisa hanya mengandalkan satu orang. Perlu dibentuk tim khusus yang beranggotakan para manajer senior dari berbagai divisi HR, keamanan, hukum, IT, keuangan, operasional, gudang, dsb. Tim khusus yang dibentuk harus mewakili budaya perusahaan dan diberi kewenangan untuk mengambil tindakan cepat dalam memecahkan masalah perusahaan. Tim ini tidak hanya ada di pusat, melainkan harus dibentuk dalam cabang regional perusahaan, karena setiap wilayah memiliki karakteristik tersendiri, dan taktik yang digunakan akan berbeda.

2. Komunikasi internal-eksternal

Komunikasi tidak terlepas dari komunikator (perusahaan) dan komunikan (para stakeholder). Mulailah dengan mengidentifikasi siapa saja stakeholder perusahaan, seperti karyawan, pelanggan, partner, pemasok, pemegang saham, dsb. Langkah selanjutnya adalah merancang pesan seperti apa yang akan disampaikan ke masing-masing stakeholder. Hal lainnya yang perlu diperhatikan adalah waktu penyampaian pesan, lokasi penyampaian pesan, siapa yang akan menyampaikan pesan, serta bagaimana cara penyampaian pesan. Keseragaman makna dari pesan harus menjadi fokus utama komunikasi, karena berdampak pada kredibilitas dan reputasi perusahaan.

3. Penyesuaian rencana bisnis

Rencana bisnis yang sudah direncanakan sejak awal, lebih baik ditinjau kembali dan disesuaikan dengan krisis yang dialami perusahaan, terbagi untuk jangka pendek, menengah dan panjang. Rencana bisnis berkaitan pula dengan kebijakan-kebijakan dalam perusahaan. Kebijakan baru harus memberikan solusi bagi perusahaan, kebijakan lama harus diperbarui untuk menyesuaikan dengan keadaan perusahaan di masa krisis.

Baca Juga:   “New Normal” untuk HR

Manajemen krisis perusahaan harus disesuaikan dengan kondisi dan situasi yang dialami perusahaan dengan mempertimbangkan strategi dan taktik yang fleksibel serta melibatkan para stakeholder. Perlu adanya Good Corporate Governance (GCG): Transparansi, Akuntabilitas, Responsibilitas, Independensi, dan Fairness dalam manajemen krisis perusahaan.

Scroll to Top