3 Tips Media Sosial dalam Rekrutmen

Media sosial sekarang sudah menjadi salah satu kebutuhan bagi generasi muda. Media sosial selain bertujuan untuk komunikasi dan mencari informasi, juga bertujuan untuk membangun citra dan reputasi seseorang. Hal tersebut sangat erat kaitannya dengan rekrutmen perusahaan. Mengapa begitu? Hal itu, karena pihak perusahaan sekarang sudah sering merekrut calon karyawan berdasarkan media sosial seperti LinkedIn, melalui media sosial, perusahaan dapat melihat perilaku kandidat, berdasarkan postingan-postingan dan bio yang dicantumkan di media sosial.

Nah, berikut ini ada 3 tips media sosial dalam proses rekrutmen bagi calon kandidat karyawan yang ingin melamar di perusahaan-perusahaan.

1. Tidak Menghapus Unggahan

Menghapus unggahan yang sudah ada merupakan hal yang aneh jika dilihat oleh HRD, pasalnya HRD akan bertanya-tanya mengapa unggahan yang ada dihapus, dan jika memang dari awal ada sesuatu yang tidak baik, lebih baik tidak perlu diunggah ke media sosial. Setiap unggahan memang hak dari si pemilik akun media sosial. Namun, karena sekarang baik HRD maupun perusahaan sudah melek digital. Jadi lebih baik setiap unggahan dari yang sebelum-sebelumnya bersifat jujur, terbuka dan apa adanya sehingga baik perusahaan maupun HRD akan lebih mudah untuk menilai calon kandidat karyawan apakah cocok atau tidak untuk mengisi posisi yang dilamar.

2. Buat Lebih dari Satu Akun

Buat kalian semua yang memang sudah terbiasa untuk cerita atau curhat melalui media sosial, alangkah baiknya kalian membuat lebih dari satu akun. Jadi misalnya saja, untuk akun yang satu kalian fokus untuk curhat atau cerita perihal masalah pribadi kalian, pertemanan, dll. Lalu, untuk akun yang satu lagi berfokus kepada membangun citra dan reputasi yang baik, sering memposting perihal motivasi hidup dan hal sejenisnya, sehingga melalui hal tersebut kalian bisa meyakinkan perusahaan bahwa sebagai calon karyawan, kualitas dan karakter diri yang diperlukan sudah terpenuhi berdasarkan profil dan postingan di media sosial tersebut.

Baca Juga:   Tapera, Iuran Baru Pekerja yang Perlu Dipahami

3. Hindari Konten Negatif

Konten negatif di setiap media sosial kandidat karyawan akan menentukan HRD dalam mengambil keputusan untuk menerima atau menolak kandidat tersebut. Konten-konten negatif yang menjadi bahan pertimbangan baik HRD maupun perusahaan, yaitu konten yang bersifat provokatif, konten yang memperlihatkan pergaulan malam seperti minum-minuman keras, konten yang menyinggung SARA, konten yang tidak sesuai dengan yang tertera di CV, konten yang menjelek-jelekkan perusahaan atau rekan kerja sebelumnya, menyebarkan informasi konfidensial dari perusahaan sebelumnya. Terlalu sering mengunggah konten yang tidak bermanfaat, juga menjadi bahan pertimbangan HRD dan perusahaan.

Jadi, sudah tahu kan betapa pentingnya media sosial dalam proses rekrutmen? Bijaklah dalam menggunakan media sosial, karena akan berdampak secara tidak langsung kepada dunia profesional!

Scroll to Top