4 Mitos HR yang Keliru

Mitos adalah hal yang bisa dipercaya atau sebaliknya. Banyak mitos yang beredar selama ini, tidak terkecuali yang berkaitan dengan dunia profesional, khususnya HR. Berikut ini ada 5 mitos HR yang keliru:

     1. Tidak perlu pendidikan tinggi

Ada mitos yang mengatakan bahwa untuk menjadi staf HR tidak memerlukan pendidikan yang tinggi, cukup lulusan SMA atau sederajat. Memang bagi para lulusan SMA atau sederajat, memungkinkan untuk menjadi staf HR. Namun, bukan berarti staf HR hanya berpatok pada jenjang pendidikan tersebut, melainkan banyak perusahaan yang membutuhkan staf HR dengan lulusan minimal S1 jurusan hukum atau psikologi. Hal itu diutamakan, karena dengan staf HR lulusan S1 hukum akan lebih memahami peraturan ketenagakerjaan yang bisa diterapkan di perusahaan. Lalu, kalau S1 psikologi dipercayai dapat lebih mudah memahami karakteristik karyawan yang dibutuhkan oleh perusahaan.

     2. Staf HR harus ekstrovert

HR yang erat kaitannya dengan karyawan harus ekstrovert. Pernyataan tersebut merupakan mitos yang keliru. Memang benar dalam menjadi HR harus bisa bersosialisasi dengan semua karyawan, tetapi jangan dilupakan juga bahwa orang dengan sifat introvert juga memiliki kelebihan sebagai staf HR, mereka lebih bisa menganalisa kompetensi apa yang dibutuhkan perusahaan dari karyawan dan hal-hal apa saja yang bisa dievaluasi melalui analisa tersebut.

     3. Kerjaan HR hanya rekrutmen

Kerjaan HR cuma rekrutmen? Mitos yang ini sangatlah keliru. Sebagai HR kerjaannya sangatlah luas, berkaitan juga dengan program pengembangan karyawan, perencanaan peraturan ketenagakerjaan perusahaan, segala hal yang berhubungan dengan hukum, dll. Lulusan S1 hukum dan psikologi membutuhkan ilmu dari keduanya untuk saling menunjang divisi HR di perusahaannya.

Baca Juga:   Bingung Cara Memilih HRIS yang Tepat? Ini Dia Tipsnya

     4. HR tidak pernah lembur

HR tidak akan pernah lembur karena pekerjaannya hanya rekrutmen saja. Pernyataan tersebut sekali lagi merupakan mitos yang sangat keliru. HR juga memiliki target yang harus tercapai termasuk training karyawan dan merencanakan peraturan perusahaan yang juga menguras waktu dan tenaga, serta sangat mungkin untuk lembur.

Sebagai kesimpulan, mitos HR sangatlah banyak di luar sana, tetapi setelah dirangkum dapat terbagi menjadi 5 poin di atas. 5 mitos HR tersebut sangatlah keliru, sehingga membuat HR kurang dihargai dan dihormati. Setiap divisi memiliki target dan kerjaannya masing-masing, termasuk HR. Semuanya memiliki 1 tujuan yang sama yaitu mencapai visi dan misi perusahaan secara bersama-sama.

Scroll to Top