5 Komponen Penting dalam Payroll

Setiap perusahaan bisnis memiliki struktur komponen gaji yang ditawarkan. Perusahaan berhak membayar komponen gaji karyawan sesuai dalam perjanjian kerja, kesepakatan, dan peraturan undang – undang. Karyawan yang bekerja untuk perusahaan berhak menerima gaji. Jumlah gaji yang didapat setiap karyawan tentu berbeda – beda. Hal ini didasari oleh kontribusi karyawan kepada sebuah perusahaan, posisi dalam perusahaan, dan berbagai macam hal lainnya.

Umumnya untuk menyusun penggajian serta penghasilan karyawan di Indonesia harus memahami komponen gaji. Indonesia sendiri memiliki 5 komponen gaji yang ditetapkan oleh pemerintah, yaitu gaji pokok, tunjangan tetap, tunjangan tidak tetap, potongan, serta upah lembur. Berikut penjelasan 5 komponen gaji di Indonesia:

1. Gaji Pokok

Gaji pokok atau upah pokok merupakan upah dasar yang diberikan kepada karyawan berdasarkan tingkat atau jenis pekerjaannya. Besarnya gaji pokok mengacu pada upah minimum regional (UMR) yang berlaku di kota atau daerah tersebut, serta posisi dan tanggung jawab karyawan dalam perusahaan. Porsi upah pokok dalam gaji umumnya tidak lebih dari 75% dari total gaji yang diterima.

2.   Tunjangan Tetap

Tunjangan merupakan benefit (Keuntungan) yang diberikan perusahaan terhadap karyawan yang bekerja untuk perusahaan. Benefit (Keuntungan) yang diberikan kepada karyawan memiliki jumlah perhitungan yang tidak berubah selama karyawan berada diposisi yang sama. Contoh tunjangan tetap yang didapatkan dari perusahaan kepada karyawan berupa tunjangan istri, tunjangan anak, tunjangan mobil dinas, dan lainnya.

3.  Tunjangan Tidak Tetap

Berbeda dengan tunjangan tetap, Tunjangan tidak tetap sifatnya berubah – ubah setiap bulannya. Tunjangan tidak tetap memperhitungkan hal – hal tertentu sehingga besaran tunjangannya bisa berubah. Misalnya pada kehadiran karyawan, banyaknya laba yang bisa didapatkan oleh perusahaan, dan lain sebagainya.

Baca Juga:   4 Alasan Penggunaan SaaS

4.  Potongan

Potongan dalam komponen gaji dibagi menjadi 2, yaitu potongan bersifat tetap dan tidak tetap. Potongan bersifat tetap ini umumnya berupa iuran BPJS (Kesehatan dan Ketenagakerjaan) dan pembayaran PPh Pasal 21. Besaran potongan gaji ini memiliki penghitungan yang berbeda untuk setiap karyawan.

Potongan lainnya yang bersifat tidak tetap dan berhubungan dengan karyawan, misalnya potongan denda atas keterlambatan, cicilan utang pada perusahaan, atau sanksi karena pelanggaran peraturan. Semua potongan ini tergantung pada kebijakan perusahaan. Jadi, tidak semua perusahaan menerapkan potongan penggajian yang sama.

5.   Upah Lembur

Perusahaan yang mempekerjakan karyawan hingga melebihi waktu jam kerja per hari harus membayar upah lembur dan wajib dimasukkan dalam perhitungan penggajian karyawan. Upah lembur merupakan upah imbalan yang diberikan perusahaan kepada karyawan yang sudah bekerja melebihi jam kerja per hari. Aturan terkait pemberian upah lembur ini terdapat dalam Pasal 78 Ayat 1 UU Ketenagakerjaan.Kesimpulan 

Setiap perusahaan memiliki cara dan kebijakan masing – masing dalam melakukan sistem penggajian. Ada perusahaan yang langsung memberikan gaji secara utuh di akhir bulan, ada pula perusahaan yang memiliki sistem dua kali penggajian karyawan yaitu di awal atau  akhir dan sisanya di tengah bulan.

Solusi dalam pengaturan komponen dalam Payroll.

Perhitungan penggajian karyawan merupakan salah satu tugas dari HRD, tugas ini tentu menguras waktu apabila dikerjakan secara manual. HR dituntut untuk lebih cermat, teliti, dan fokus ketika menghitung berbagai komponen slip gaji, upah, tunjangan, lembur dan pajak penghasilan (PPh 21) karyawan.

Gaji terlambat dibayarkan dan salah perhitungan merupakan kesalahan yang terjadi akibat kelalaian HR. Namun masalah ini dapat dicegah dengan penggunaan sistem software payroll, saat ini sudah banyak pengembang sistem software yang menawarkan kecanggihan sistem payroll dengan keunggulan minim kesalahan dalam penginputan.

Baca Juga:   Mau menjadi HR Favorit Karyawan? Ini dia sejumlah skills yang harus dimiliki seorang HRD

SunFish HR menawarkan sistem software payroll dengan design yang friendly dan praktis digunakan. Dengan menggunakan SunFish HR perhitungan gaji karyawan mulai dari komponen slip gaji, upah, tunjangan, lembur dan pajak penghasilan (PPh 21), akan terakumulasi dengan cepat dan tepat. Kesalahan terlambat pembayaran gaji serta salah perhitungan akan lebih minim terja

https://qmfinancial.com/2019/04/komponen-gaji-karyawan/

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Scroll to Top