5 Syarat Menjadi HRD

HRD menjadi salah satu bagian penting di dalam sebuah perusahaan. HRD menjadi jembatan antara karyawan dengan perusahaan. Menjadi HRD dituntut memilliki komunikasi yang baik untuk masing-masing karyawan. Menjadi HRD terkadang membutuhkan yang dinamakan dengan intuisi dalam melihat pegawai/karyawan lain di dalam perusahaan, apakah karyawan sedang baik-baik saja atau malah sedang dalam masalah, jangan sampai masalah tersebut berpengaruh pada menurunnya produktivitas karyawan yang akhirnya berdampak pada perusahaan. HRD dituntut untuk memberikan solusi terhadap permasalahan yang ada dan mengeksekusi solusi tersebut.

Berikut ini ada 5 syarat penting untuk menjadi HRD yang baik:

1. Pendidikan Sesuai

Pendidikan yang sesuai dengan HRD pada umumnya adalah jurusan Psikologi. Jurusan Psikologi dianggap cocok untuk mengisi posisi HRD, karena dalam ilmu Psikologi pada umumnya, sangat berkaitan erat dengan komunikasi interpersonal. Dalam hal ini, HRD dituntut untuk memiliki kemampuan komunikasi interpersonal yang baik, karena hubungan HRD langsung kepada karyawan jika ada masalah atau pun terkadang ada karyawan yang membutuhkan tempat cerita/curhat perihal kerjaan. HRD harus hadir sebagai pihak yang menjadi jembatan antara karyawan dan perusahaan.

2. Memahami Karakter

Manusia termasuk para calon kandidat karyawan perusahaan, memiliki karakter yang beragam. Salah satu syarat penting untuk menjadi HRD yang baik adalah memahami karakter masing-masing karyawan. Setidaknya, untuk memahami karakter, tidak perlu terlalu mendalam, tetapi cukup untuk memahami karakter dalam tingkatan pekerjaan di kantor. Ada berbagai jenis pembagian karakter. HRD harus jeli juga dalam menerima karyawan. Setiap karakter harus disesuaikan dengan posisi yang dilamar oleh karyawan tersebut.

3. Memahami Perusahaan

Sama dengan memahami karakter dari para karyawan maupun calon karyawan, HRD juga harus memahami perusahaan, seperti apa visi dan misi perusahaan, bagaimana cara kerja perusahaan seharai-hari dan masih banyak lagi. Dalam menentukan fasilitas dan gaji yang akan didapatkan oleh calon karyawan juga harus disesuaikan dengan kemampuan perusahaan. Tingkat jam/waktu kerja harus sesuai dengan perusahaan. Memahami perusahaan juga berarti memahami lingkungan kerja perusahaan.

Baca Juga:   New Normal Indonesia: Manfaat Penggunaan Sistem HRIS pada Perusahaan

4. Memberikan Solusi SDM

Memberikan solusi SDM. HRD berperan sebagai jembatan antara perusahaan dengan karyawan. HRD dituntut untuk menyeimbangkan suasana dan kondisi di dalam sebuah perusahaan. Dalam kebijakan-kebijakan yang tertera di kontrak kerja karyawan, HRD harus terus mengingatkan kepada karyawan agar tidak melakukan kesalahan yang dapat merugikan baik bagi pihak perusahaan, maupun bagi pihak karyawan. HRD harus menjadi penengah ketika ada miskomunikasi antara karyawan dengan perusahaan.

5. Memahami Laporan HR

HRD tidak terlepas dari yang namanya laporan, sama seperti divisi-divisi lainnnya. Laporan HR yang paling memengaruhi adalah laporan mengenai kinerja karyawan dalam kurun waktu tertentu, dan juga laporan yang berkaitan dengan data kehadiran karyawan. Setiap laporan HR harus benar karena memengaruhi hak yang didapatkan karyawan, selain itu melalui laporan HR, perusahaan dapat optimal dalam menerapkan kebijakan-kebijakan yang ada.

Scroll to Top