5 Taktik Marketing B2B

Ada dua macam perusahaan secara umum, yaitu B2C (langsung ke pelanggan) dan B2B (antar perusahaan). Dengan begitu, strategi dan taktik marketing yang digunakan juga berbeda sesuai dengan target market/audience. Berikut ini ada 5 taktik marketing B2B:

1. Loyalty Marketing

Loyalty marketing merupakan pemasaran yang bertujuan untuk membuat adanya loyalitas dari pelanggan terhadap barang atau jasa dari perusahaan. Perusahaan lebih baik mempertahankan 20% pelanggan yang berani melakukan pembelian 80% dibandingkan sebaliknya. Untuk loyalty marketing, perusahaan membutuhkan tenaga ekstra untuk memberikan customer service yang baik, yang dapat menjawab permasalahan pelanggan dalam menggunakan produk perusahaan. Perusahaan juga harus secara rutin meningkatkan kualitas produknya berdasarkan kebutuhan pelanggan, sehingga akan tercipta loyalitas.

2. Optimasi LinkedIn

Media sosial sangatlah beragam, mulai dari Facebook, Instagram, Twitter, hingga LinkedIn. Banyak perusahaan yang masih salah kaprah dalam penggunaan media sosial terutama perusahaan B2B. Perusahaan B2B belum sadar kalau media sosial terbaik bagi mereka adalah dengan menggunakan LinkedIn. LinkedIn merupakan media sosial yang memang khusus untuk para profesional sehingga banyak pengambil keputusan perusahaan yang membuat akun LinkedIn. Hal inilah yang dapat dimanfaatkan perusahaan-perusahaan B2B untuk mendapatkan pelanggan. Dengan LinkedIn, perusahaan bisa menargetkan secara jelas siapa target audiencenya berdasarkan jabatan, posisi, besarnya perusahaan dan tingkat pengalaman pelanggan. Ditambah lagi dengan adanya fitur iklan yang memiliki berbagai format, seperti video, gambar, inmail message, dsb. Dengan LinkedIn, perusahaan harus membuat konten-konten yang berkualitas seperti artikel/blog, sehingga bisa dishare oleh para followers dan mendapatkan engagement yang baik.

3. Inbound Marketing

Inbound marketing merupakan pemasaran menggunakan teknologi new/digital media. Misalnya dengan penggunaan media sosial dan juga bantuan Google Ads. Perkembangan teknologi yang ada bukan mematikan perusahaan B2B, melainkan mempermudah dan meningkatkan kemampuan para perusahaan B2B untuk dapat bersaing dan mendapatkan audience baru. Dengan konten yang menarik, target audience/market yang dituju akan memberikan perhatian lebih terhadap perusahaan B2B bahkan sampai melakukan transaksi pembelian produk perusahaan tersebut.

Baca Juga:   5 Syarat Menjadi HRD

4. Video Marketing

Penggunaan gambar menjadi salah satu faktor menarik dalam hal new/digital media. Semakin menarik dan berkualitasnya sebuah gambar, maka akan menarik traffic yang lebih. Selain gambar, ada juga video yang sangat berpengaruh terhadap tingkat engagement kepada akun perusahaan B2B. Jika lebih banyak video yang ditampilkan dan memiliki kualitas yang baik, maka dapat dijadikan sebagai alat pemasaran. Biasanya video yang digunakan berupa company profile, tutorial video penggunaan produk dari perusahaan yang bersangkutan. Video marketing akan menggunakan media sosial dan website resmi perusahaan.

5. Event Marketing

Event marketing merupakan pemasaran dengan mengadakan acara-acara. Acara yang paling umum sekarang adalah seminar-seminar talkshow dengan mengundang pembicara yang kompeten, maka akan mendatangkan sponsor dan target audience/market yang dituju. Namun, karena adanya pandemi, maka digantilah dengan seminar online atau dikenal sebagai webinar. Hal ini akan menarik perhatian dan menambahkan tingkat kredibilitas perusahaan B2B untuk mendapatkan pelanggan atau klien yang sesuai dengan target awalnya. Pemilihan topik harus disesuaikan dengan bidangnya sendiri.

Scroll to Top