5 Tips Mengatur Lingkungan Kerja

Sebagai HR dalam sebuah perusahaan, pastinya berkaitan dengan karyawan. Beberapa poin penting yang menjadi kebutuhan karyawan selain gaji adalah fasilitas, jam/waktu kerja, jobdes dan yang tidak kalah penting, lingkungan kerja. Mengatur lingkungan kerja agar kondusif dan mendukung produktivitas karyawan tidak mudah tapi tidak juga sulit, ada 5 tips untuk mengatur lingkungan kerja agar karyawan merasa nyaman bekerja:

1. Keterbukaan

Keterbukaan antara karyawan dengan atasan, keterbukaan antara HR dengan karyawan serta keterbukaan antara perusahaan dengan karyawan merupakan hal yang terpenting dalam dunia kerja. Dalam hal atasan dengan karyawan, harus terbuka perihal apa saja rincian pekerjaan yang masih belum selesai, sehingga baik atasan dan karyawan akan saling membantu dalam menyelesaikan tugas sesuai dengan deadline. Keterbukaan antara HR dengan karyawan, dapat terlihat melalui hal seperti slip gaji, terdapat rincian gaji yang didapatkan karyawan, dan karyawan bisa mengajukan keberatan jika ditemukan kesalahan dalam rincian gaji yang didapat. Keterbukaan antara perusahaan dengan karyawan berkaitan dengan kontrak kerja yang dapat diberi salinannya ke karyawan, sehingga karyawan bisa melihat apa-apa saja aturan yang tertera dalam kontrak kerja tersebut.

2. Fleksibilitas

Fleksibilitas atau fleksibel. Sebagai perusahaan, terutama di zaman sekarang ini, harus memiliki sifat fleksibel. Fleksibel dalam artian memiliki peraturan atau tata tertib yang tidak terlalu ketat. Contoh mudahnya adalah dengan memiliki toleransi keterlambatan masuk selama 15 menit dari jam masuk. Hal-hal kecil seperti itu akan membuat karyawan berpikir bahwa perusahaan menghargainya, dan membuat karyawan bangga akan hal itu. Karyawan akan merasa dihargai jika perusahaan memiliki tata tertib atau peraturan yang fleksibel, memanusiakan karyawan. Jangan pernah menganggap karyawan sebagai barang.

Baca Juga:   Manfaat Manajemen Stres Bagi Karyawan

3. ‘Saling’

‘Saling’ merupakan kata yang bagus jika dipraktikkan dalam dunia kerja. Hubungan antara atasan dan bawahan harus saling membantu, saling menolong dalam setiap tugas yang ada, sehingga hasil yang dicapai dapat maksimal. Antara HR dengan para karyawan harus saling membantu, contohnya dalam hal menaati aturan atau tata tertib perusahaan, karyawan yang mengikuti aturan, secara tidak langsung justru membuat dirinya lebih baik, seperti tidak telat. Ketika tidak terlambat, maka HR juga memiliki insentif kerajinan yang akan diberikan pada karyawan tersebut. Jadi hubungan ‘saling’ adalah hubungan mutualisme, yang saling menguntungkan.

4. Komunikasi

Komunikasi menjadi satu kata yang penting. Komunikasi adalah interaksi yang terjadi antara komunikator dengan komunikan. Ada tiga poin penting di dalam komunikasi, yaitu komunikator, pesan dan komunikan. Dalam dunia kerja, sangat sering ditemukan miskomunikasi, hal tersebut terjadi karena ada gangguan dalam proses komunikasi antarkaryawan. HR/perusahaan dapat mempermudah proses komunikasi melalui teknologi yang ada, misalnya dengan adanya aplikasi video meeting, jadi mempermudah karyawan untuk mengadakan meeting. Dalam flow kerja, harus ada kejelasan komunikasi, setiap tugas yang diberikan kepada bawahan, harus dijelaskan secara sejelas-jelasnya oleh atasan, begitu pun bawahan harus menjelaskan setiap tugas yang sudah diselesaikan sejelas-jelasnya pada atasan.

5. Belajar

Baik atasan, bawahan, HR, perusahaan, karyawan dapat belajar satu sama lain. Dalam dinamika kerja, masing-masing orang memiliki kekurangan dan kelebihan. Kelebihan-kelebihan inilah yang dapat dipelajari dari masing-masing individu, baik itu komunikasi, fleksibilitas, keterbukaan, dll. Semakin lama orang berada dalam dunia kerja, semakin disempurnakan juga dia oleh pelajaran-pelajaran yang bisa diambil dari rekan kerjanya. Contohnya, ada karyawan yang tadinya tidak bisa menggunakan Microsoft Office, tetapi setelah melihat rekan kerjanya menggunakan hal tersebut, maka karyawan yang tadinya tidak bisa, menjadi terbiasa dan menguasai, begitu pun sebaliknya. Setiap pengalaman dalam dunia kerja, jadikanlah itu sebuah pelajaran, yang bisa dipakai untuk mendukung kinerja karyawan, meningkatkan produktivitas dan berujung pada tujuan visi misi perusahaan.

Baca Juga:   5 Soft Skill Penting di Dunia Kerja

Scroll to Top