5 Tips Menghadapi Resesi

Resesi merupakan keadaan di mana aktivitas ekonomi terus menerus menurun selama 2 kuartal berturut-turut. Hal ini berdampak buruk bagi banyak perusahaan, yang pada ujungnya berdampak ke kehidupan karyawan. Nah, berikut ini ada 5 tips menghadapi resesi untuk para pegawai atau karyawan:

1. Perkuat mental

Semua berasal dari hati dan pikiran. Perihal resesi di Indonesia, setiap karyawan harus memperkuat mental dalam menghadapinya. Baik pikiran maupun hati harus sudah siap dengan keadaan resesi, namun jangan salah fokus menjadi terlalu khawatir, melainkan berusaha meningkatkan kinerja sebaik mungkin dari masa sebelum resesi sampai dengan sekarang.

2. Tingkatkan kinerja dan skill

Meningkatkan kinerja dan skill di perusahaan tempat anda bekerja menjadi tips ke-2 yang penting. Kinerja yang semakin meningkat akan menjadi bahan pertimbangan perusahaan untuk mempertahankan karyawannya. Skill yang sudah ada lebih baik ditingkatkan secara bertahap, tidak menutup kemungkinan mempelajari skill baru yang dapat menunjang pekerjaan anda di perusahaan, bahkan yang secara keseluruhan merupakan skill yang tidak berkaitan dengan pekerjaan utama anda.

3. Hubungi teman dan cari kerja sampingan

Yang dinamakan dengan koneksi atau teman sangatlah berharga sebagai ‘aset’ yang menguntungkan dalam hal-hal seperti resesi. Menghubungi teman-teman mulai dari sekedar menanyakan kabar, sampai dengan mencari kerja sampingan menjadi tips ke-3 yang dapat digunakan karyawan untuk menghadapi resesi. Banyaknya teman berarti memiliki probabilitas tinggi untuk mendapatkan kerja sampingan di kala resesi.

4. Perbarui CV

Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) menjadi salah satu hal terbesar yang ditakuti dari resesi. Dalam menghadapi PHK, tentunya karyawan harus siap mencari pekerjaan pengganti. Salah satu faktor krusial untuk mencari pekerjaan adalah CV. CV yang sudah lama tidak diperbarui, harus segera diperbarui, mulai dari data diri sampai pada pengalaman kerja yang terbaru baik secara hard-skill maupun soft-skill, sehingga calon perusahaan yang akan menerima karyawan menjadi tertarik dan mempertimbangkan karyawan tersebut.

Baca Juga:   Tips Jitu Hadapi Quarter Life Crisis

5. Paham overqualified dan underpaid

Overqualified adalah keadaan di mana karyawan memiliki kualifikasi yang terlalu tinggi untuk diterima perusahaan, bisa saja perusahaan tidak sanggup untuk membayar karyawan yang bersangkutan. Underpaid adalah keadaan di mana karyawan dibayar tidak berdasarkan standar minimum gaji yang seharusnya diterima karyawan bersangkutan. Dalam resesi, karyawan harus memahami kedua hal tersebut dan mempersiapkan diri dengan kinerja yang baik sehingga dampak yang dirasakan dapat diminimalisir.

Scroll to Top