5 Tren HR di 2021

COVID-19 telah membawa dampak besar bagi seluruh dunia. Termasuk juga bidang teknologi komunikasi. Banyak dari perusahaan yang mau tidak mau menerapkan teknologi komunikasi untuk menunjang pekerjaan para karyawannya dari rumah. Hal ini menyebabkan timbulnya gelombang tren baru. Hal ini erat kaitannya dengan HR sebagai jembatan antara perusahaan dengan karyawan. Berikut ini 5 tren HR di 2021:

  1. Cloud workspace

Mulai dari tahun 2020, sudah banyak perusahaan yang menerapkan cloud workspace, yaitu sistem bekerja yang serba menggunakan komputasi awan. Dampak terbesar yang bisa terlihat, adalah dari HR. HR dapat menerapkan sistem kerja secara jarak jauh dengan adanya aplikasi atau sistem yang mengatur, mulai dari sistem absen sampai dengan sistem penilaian kinerja karyawan, semuanya dapat dilakukan dengan adanya sistem cloud workspace.

  1. Remote leadership

Kepemimpinan secara jarak jauh berarti manajemen tim yang dilakukan secara virtual. Social/Physical distancing menjadi suatu hal yang ke depannya akan terus dipertimbangkan perusahaan, termasuk WFH. Dalam hal ini, tiap pemimpin tim dituntut untuk bisa mengatur timnya secara jarak jauh, di sinilah akan terlihat kemampuan masing-masing tim dalam menjaga stabilitas kinerja secara virtual.

  1. Employee experience

Employee experience merupakan hal-hal yang dirasakan karyawan selama bekerja di perusahaan, bisa yang baik maupun buruk. Sudah menjadi tugas HR untuk membuat karyawan berdampak bagi perusahaan, tanpa mengesampingkan kebahagiaan karyawan itu sendiri. Karyawan bahagia tidak hanya dinilai dari kesehatan, tetapi juga dari produktivitas, loyalitas, kesamaan tujuan jangka panjang dengan perusahaan, dll.

  1. Digital integration

Integrasi digital, terutama penerapan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan yang difokuskan kepada data akan meningkatkan produktivitas karyawan. Dengan AI, HR bisa mendapatkan kandidat calon karyawan yang sesuai dengan perusahaan. Hal ini disebabkan AI yang dapat menganalisa, memprediksi dan mendiagnosa perilaku karyawan.

  1. Big data

Penggunaan big data akan mendatangkan keuntungan bagi perusahaan, seperti mengurangi jumlah karyawan yang keluar-masuk. Dengan adanya data yang cukup, maka HR harus mengetahui motivasi karyawan untuk bertahan di perusahaannya, serta alasan kenapa ada karyawan yang tidak betah di perusahaannya. Dengan data yang sudah dikumpulkan, HR bisa menerapkan program dan proses kerja yang sesuai dengan data tersebut. Data-data yang dikumpulkan menunjukkan perilaku karyawan yang memberikan pelajaran berharga bagi HR dan perusahaan.

Baca Juga:   Manfaat Dahsyat E-learning saat WFH

Ke depannya, penggunaan teknologi dalam dunia HR tidak memiliki batas, akan terus berkembang. Teknologi sudah menjadi pilar penting dalam hal mendapatkan kandidat-kandidat terbaik, serta membantu HR dalam proses kerja perusahaan.

Scroll to Top