Apa itu Employee Wellbeing dan macam – macamnya? Perusahaan perlu tahu.

Menurut International Labour Organization (ILO), Employee Wellbeing Management atau kesejahteraan karyawan  merupakan faktor penentu dalam menentukan efektivitas organisasi jangka panjang. Penelitian menunjukan bahwa hubungan langsung antara produktivitas dalam bekerja dengan kesejahteraan.

Definisi Employee Wellbeing

Employee Wellbeing atau kesejahteraan karyawan merupakan proses memahami kondisi karyawan dari perspektif holistik (seperti kesehatan fisik, kognisi, mental) serta lingkungan kerja yang berpengaruh terhadap kesehatan dan kebahagiaan mereka secara keseluruhan.

Seseorang harus berupaya agar fisik atau tubuhnya sehat. Misanyal olahraga rutin, mengelola stress, istirahat cukup, mengonsumsi makanan gizi seimbang, dan menghindari konsumsi alkohol serta rokok.

Berkaitan dengan Employee Wellbeing, perusahaan dapat memfasilitasi karyawan untuk menjaga kesejahteraan fisik. 

Seperti misalnya menyediakan alat kebugaran, mendatangkan pelatih olahraga (yoga, boxing, bootcamp, dan lainnya), menyediakan paket makan siang yang bergizi, menonton film bersama,  memberikan vaksin, hingga melakukan medical check up setahun sekali. 

Berikut ini mari bersama kita simak macam – macam Wellbeing yang dapat diberikan kepada Karyawan oleh perusahaan:

Mental Wellbeing

Kondisi mental sangat berpengaruh terhadap fisik, begitu pula sebaliknya. Karena kesehatan mental merupakan komponen kunci dari kesejahteraan secara holistik. Meskipun tak sedikit yang mengesampingkan kesehatan mental. Kini karyawan juga semakin terbuka dalam mendiskusikan kesehatan mental dengan rekan kerjanya. Mereka menjadi lebih berani mengungkapkan perasaannya. Seperti sedang marah, kecewa, cemas, atau depresi.

Perusahaan bisa memberikan Mental Wellbeing berupa layanan psikologi, waktu kerja yang fleksibel, mengadakan mindfulness workshop, atau mempersilahkan mereka untuk mengambil cuti. Dengan demikian, karyawan mendapatkan apresiasi dan bahagia saat bekerja.

Selain itu Penelitian Global Corporate Challenge ( menemukan bahwa karyawan yang bahagia memiliki produktivitas tinggi ketika bekerja.  

Baca Juga:   Bagaimana HRIS Meningkatkan SDM?

Financial Wellbeing

Di era saat ini,  finansial menjadi penopang kesejahteraan seseorang.

Masih dari MetLife, lebih dari separuh Gen X, milenial, dan Gen Z mengkhawatirkan kesehatan finansial mereka. Sedangkan baby boomer yang khawatir soal keuangan hanya 37%. Maka sudah saatnya perusahaan memberikan dukungan terhadap financial wellbeing para karyawannya. Program Financial Wellbeing, misalnya memberikan asuransi jiwa, mengadakan kelas pengelolaan keuangan secara rutin, menawarkan program pensiun, atau workshop persiapan pensiun.

Sehingga karyawan memiliki ketenangan pikiran terhadap kondisi keuangan, memahami berbagai macam instrumen investasi, hingga mampu menghindari atau mengelola kredit dengan baik.

Social Wellbeing

Social Wellbeing atau Community Wellbeing menjadi perhatian selama setahun terakhir atau sejak pandemi berlangsung. Pasalnya, tak sedikit dari karyawan yang hidup sendiri, jauh dari keluarga, dan lokasi kerja terpencil. Perusahaan yang mendukung Social Wellbeing karyawannya, berarti telah membantu kesejahteraan individu lebih baik lagi. Begitu juga sebaliknya, kesejahteraan masing-masing pekerja sangat berpengaruh terhadap kesejahteraan sosial (komunitas atau perusahaan).

Jangan tunggu para karyawan menjadi lelah, stress, dan frustrasi. Tim HRD harus memiliki program terkait pilar Social Wellbeing. Seperti memberikan pujian atas kinerja mereka, membesarkan hati karyawan yang tidak mencapai target, merayakan keberhasilan dengan perayaan kecil seperti mengirimkan  kue ke anggota tim, dan lainnya.

Dengan cara tersebut karyawan yang hidup sendiri merasa dihargai dan terlibat dalam pencapaian perusahaan. Hal tersebut akan memotivasinya untuk bekerja lebih baik lagi.

Leisure Wellbeing

Leisure Wellbeing disebut juga dengan lifestyle wellbeing yang mengacu pada aktivitas menyenangkan seperti rekreasi dan hobi. Aktivitas seperti hobi adalah bagian dari gaya hidup yang penting dan layak dipertahankan. Para karyawan wajib memiliki aktivitas tersebut jika ingin menyeimbangkan antara work life balance. Perusahaan dapat memberikan dukungan Leisure Wellbeing kepada karyawan dengan memberikan ruang kepada karyawan untuk menyalurkan hobi  seperti olahraga bersama atau membentuk komunitas – komunitas lainnya. Dengan adanya Leisure Wellbeing membantu menumbuhkan sisi kreatif yang akhirnya akan meningkatkan produktivitas karyawan.

Scroll to Top