HR-Vaksin-Karyawan

Pada tahun 2021 ini, tidak terlepas dari COVID-19. Perkembangannya cukup pesat, sampai ditemukannya vaksin. Dalam hal ini, banyak sekali pro kontra mengenai vaksin tersebut, beberapa pihak setuju untuk melakukan vaksinasi tetapi ada juga yang tidak setuju dengan vaksinasi tersebut. Lalu, pertanyaannya bagaimana cara masing-masing perusahaan dalam menyikapi hal ini? Terutama hal ini berkaitan erat dengan karyawan mereka dan juga divisi HR yang mewakili perusahaan.

Pertama-tama, HR sebagai perwakilan dari perusahaan harus mempertanyakan ke diri mereka sendiri apakah vaksinasi suatu hal yang wajib dilakukan atau hanya sekedar saran kepada para karyawan. Setiap perusahaan di berbagai negara, termasuk Indonesia, tentunya mengikuti aturan atau hukum dari negara masing-masing. Jika, Indonesia dari pusat hingga daerah mewajibkan adanya vaksinasi kepada seluruh karyawan yang terdaftar di masing-masing perusahaan, maka mau tidak mau HR harus menaati aturan atau hukum tersebut, tetapi jika sebaliknya yang terjadi, maka kebijakan perusahaan untuk menentukannya.

Permasalahannya di sini adalah tidak semua karyawan akan mau divaksinasi. Namun, sebagai perusahaan melalui divisi HR harus menegaskan apa pun keputusannya, jika bahwasannya vaksinasi itu penting bagi masing-masing karyawan untuk mengurangi penyebaran virus Corona itu sendiri. Kita semua harus berkaca dari kebijakan-kebijakan sebelumnya mengenai pengecekan temperatur di semua gedung perkantoran, peraturan untuk memakai masker, penggunaan hand sanitizer, mencuci tangan dengan sabun, pembatasan berkumpulnya orang, dsb. yang dapat diterapkan di semua perusahaan. Hal ini tidak menutup kemungkinan berlaku untuk vaksinasi juga.

Perlu ditekankan sekali lagi, bahwa vaksin adalah untuk pencegahan jangka panjang. Jadi, tidak perlu menunggu adanya gejala-gejala sakit, baru divaksin, melainkan sebelum munculnya gejala, harus diberikan vaksin kepada masing-masing karyawan. HR sebagai perwakilan dari perusahaan dan karyawan dituntut untuk saling memahami keadaan yang ada, dan secara bersama-sama mendukung adanya aturan atau hukum mengenai vaksinasi ini, yang pada akhirnya menguntungkan semua pihak.

Baca Juga:   Tips Penting sebelum Lakukan Penilaian Kinerja Karyawan

Akan ada beberapa perusahaan yang lebih mengutamakan vaksin dibandingkan perusahaan lainnya. Perusahaan dengan jumlah karyawan yang sudah mencapai ratusan hingga ribuan di sebuah perusahaan pasti cenderung akan membuat divisi HR untuk mewajibkan karyawan agar divaksinasi. Perusahaan harus memikirkan jangka panjang dari hal ini, jika tidak dilakukan vaksinasi, maka dampaknya akan buruk sekali.

Perusahaan yang diwakili HR memang telah menerapkan kerja jarak jauh untuk para karyawan, tetapi tidak semua industri atau divisi dapat melakukannya, maka dari itu mau tidak mau vaksinasi tidak dapat dihindari untuk kebaikkan semua karyawan yang ada di perusahaan, tidak terkecuali divisi HR. Jika vaksinasi lebih cepat dilakukan, maka kemungkinan karyawan akan kembali masuk bekerja di kantor semakin cepat pula.

Walaupun vaksin masih dalam jumlah yang terbatas, tetapi ke depannya akan lebih merata dan HR harus mempersiapkan kebijakan-kebijakan baru perihal vaksin kepada karyawan dan strategi atau taktik selanjutnya jika hal-hal serupa terjadi kembali.

Scroll to Top