INDUSTRI 4.0 = HR 4.0

Apa itu Industri 4.0?

Industri 4.0 adalah revolusi industri terbaru secara global, di mana segala proses produksi dan manufaktur dapat dilakukan melalui jaringan Internet, tempat penyimpanan data berbasis cloud, dan segala proses pekerjaan berbasis digital/online.

Kapan dan di mana Industri 4.0 diperkenalkan?

Istilah Industri 4.0 pertama kali diperkenalkan di Jerman pada tahun 2011, dalam acara Hannover Fair.
Istilah Industri 4.0 diperkenalkan sebagai proyek strategis teknologi canggih yang mau menerapkan sistem komputerisasi pada seluruh pabrik di negara tersebut.

Mengapa Industri 4.0 itu penting?

Industri 4.0 penting, karena proses digitalisasi yang diterapkan dalam seluruh aspek kehidupan sosial, pekerjaan, sekolah, dll. Dapat mempermudah dan mempercepat hasil yang dikeluarkan. Dengan penerapan Industri 4.0, semua orang dapat bekerja secara efektif dan efisien. Bayangkan suatu perusahaan yang dapat memperkerjakan seluruh karyawannya dari rumah, namun dengan produktivitas dan hasil yang terus meningkat.

Indonesia sudah masuk Industri 4.0?

Indonesia sebagai negara yang besar sudah mencoba masuk dalam Industri 4.0. Hal ini dapat terlihat dari layanan masyarakat dari pemerintah yang sudah banyak menggunakan aplikasi online. Salah satu contohnya adalah proses pembuatan paspor. Sebelum penerapan Industri 4.0 di Indonesia, orang harus mengantri dan menjalankan proses pembuatan paspor secara manual, yang memakan waktu lama. Namun, sekarang setelah penerapan Industri 4.0 di Indonesia, setiap orang dapat membuat paspor melalui aplikasi online, sehingga tidak perlu mengambil nomor antrian secara manual, yang secara tidak langsung mengurangi waktu proses pembuatan paspor.

Industri 4.0 dalam HR di Indonesia?

Lalu bagaimana pengaruh Industri 4.0 dalam HR di Indonesia? HR dalam peranannya, memiliki banyak sekali fungsi. Salah satunya berkaitan dengan pajak penghasilan pribadi (Pph 21). Di Indonesia sendiri, untuk pelaporan Pph 21 yang dilakukan oleh karyawan, telah dimudahkan selama beberapa tahun ini, karena dilakukan secara online, sehingga prosesnya cepat dan mudah. Namun, apakah hanya itu pengaruh Industri 4.0 terhadap HR di Indonesia?

Baca Juga:   Tips Memilih Kandidat Terbaik dengan Online Rekrutmen

Jawabannya tentu saja tidak. Telah bermunculan berbagai macam jasa provider untuk sistem online dalam pengurusan HR atau biasa disebut Human Resource Information System (HRIS). Dalam HRIS, HR akan bisa mengontrol data karyawan, mulai dari absen, penggajian, ijin, dll.

HR 4.0?

Masih banyak perusahaan di Indonesia yang manual dalam proses kerja HR, administrasi, pelaporan, dll, bahkan dalam pemerintahan sekalipun. HR 4.0 hadir sebagai solusinya. HR 4.0 memangkas birokrasi, mempercepat pekerjaan, memangkas anggaran, dan masih banyak keuntungan lainnya. Bisakah dibayangkan, ketika hologram, teknologi 4D serta mobil listrik sudah diterapkan di seluruh dunia, namun dalam pemerintahan Indonesia masih menggunakan kertas dalam proses kerjanya? Bukankah itu sebuah ironi? HR 4.0 berfokus pada digitalisasi HR yang menggunakan teknologi canggih yang mengedepankan kesejahteraan karyawan (people-centric). Dengan penggunaan HRIS, dapat membantu berjalannya proses di pemerintahan, dan dapat berimbas kepada tingkat produktivitas dan kesejahteraan pegawai. Secara tidak langsung, tingkat kesejahteraan pegawai akan memengaruhi layanan kepada masyarakat/publik. Jika tingkat kepuasan masyarakat tinggi terhadap layanan pemerintah, maka mereka akan memberikan tanggapan positif terhadap pemerintah. Tanggapan positif kepada pemerintah akan berimbas langsung kepada tingkat kesejahteraan masyarakat.

Kesimpulannya, Industri 4.0 harus selaras dengan HR 4.0, digitalisasi terhadap proses HR akan mendatangkan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Hal tersebut akan terlihat dari produktivitas dan layanan yang diberikan oleh Aparatur Sipil Negara (ASN). Waktu yang tepat untuk menerapkan HR 4.0 adalah sekarang.

Scroll to Top