Masalah yang dihadapi HR dan Solusinya!

Menjelang tahun 2022, perusahaan akan  banyak sekali menghadapi tantangan dan masalah baru. Seperti yang kita ketahui bahwa HR adalah divisi dengan tingkat pekerjaan yang cukup kompleks dalam suatu perusahaan.

Cakupan dan tanggung jawab pekerjaan HRD sangat luas, dikarenakan banyak terlibat dalam pengelolaan manusia, seperti administrasi karyawan, rekrutmen, hukum ketenagakerjaan, hingga penilaian kinerja karyawan (Performance Appraisal). Dengan tanggung jawab yang luas inilah, masalah HRD menjadi cukup beragam, mari kita cek bersama apa saja, tantangan yang biasa dihadapi HR dan tips untuk mengatasinya.

Masalah Retensi dan Turnover Karyawan

Retensi karyawan yang rendah berakibat perputaran (turn over) karyawan yang tinggi. HR tidak hanya bertanggung jawab mencari dan menempatkan karyawan sesuai peran yang dibutuhkan perusahaan, tetapi juga menahan mereka agar betah, loyal, dan tidak gampang tergoda untuk berhenti dan berpindah ke perusahaan lain.

HR harus benar – benar mengerti kebutuhan karyawan. Kompensasi, seperti gaji, tunjangan, dan bonus, sering menjadi solusi meningkatkan retensi. Tetapi tidak hanya itu, ada alasan lain yang membuat karyawan bertahan, seperti lingkungan kerja yang nyaman, reputasi perusahaan (employer branding), keuntungan non-finansial seperti masa depan karier, jam kerja pendek dan fleksibel, cuti lebih banyak, budaya perusahaan yang sesuai dengan kepribadian karyawan, dan lainnya.

Penggajian Karyawan

Perhitungan gaji karyawan merupakan pekerjaan administrasi yang sangat menguras waktu apabila dikerjakan manual. HR dituntut untuk teliti dalam menghitung berbagai komponen slip gaji, seperti upah, tunjangan, lembur, iuran BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan, hingga pajak penghasilan (PPh 21) karyawan.

Pekerjaan ini punya risiko human error tinggi dimana berdampak pada salah hitung. Belum lagi jika gaji terlambat dibayarkan, HR akan menjadi orang pertama yang menerima komplain dari karyawan. Masalah ini dapat dipecahkan dengan penggunaan aplikasi payroll atau software seperti teknologi HRIS yang juga dihadirkan oleh SunFish HR melalui fitur Payroll.

Baca Juga:   3 Tantangan Baru HR

Kegiatan Rekrutmen Karyawan 

Mencari karyawan yang punya kemampuan dan pengalaman mungkin bukanlah hal sulit, tetapi menemukan yang sejalan dengan perusahaan tidaklah mudah. Banyak HR menghabiskan waktu dan biaya hanya untuk mendapatkan kandidat dengan profil yang mengesankan sesuai dengan job description, tetapi akhirnya karyawan baru tersebut hanya bertahan kurang dari tiga bulan.

Karyawan baru resign di bulan – bulan awal masuk kerja sering terjadi. Selain proses onboarding yang tidak berjalan mulus, faktor umum yang sering terjad adalah tidak adanya keselarasan antara karyawan dengan lingkungan, cara kerja, nilai, dan budaya organisasi.

Karena proses perekrutan karyawan tidak hanya mencari karyawan terbaik, tetapi juga mempertahankannya. Kehilangan karyawan baru, dapat berdampak pada pembengkakan bukan hanya mengulang proses dari awal, tetapi juga pembengkakan biaya rekrutmen.

Motivasi dan Produktivitas Karyawan

Masalah selanjutnya berkaitan dengan motivasi karyawan yang menurun dan berdampak pada merosotnya produktivitas karyawan. Persoalan ini dialami semua perusahaan selama mereka masih mempekerjakan manusia yang punya pikiran dan perasaan, bukan robot dan mesin. 

Tugas HR bukan sekadar memantau dan mengevaluasi kinerja serta tingkat produktivitas. Tetapi juga tak kalah penting adalah menjaga agar karyawan tidak mengalami demotivasi. HR sebaiknya punya cara-cara kreatif untuk terus membakar semangat kerja karyawan, meningkatkan moral, dan membuat mereka tetap terlibat (engaged) dengan pekerjaan maupun tim.

Selain itu, HR juga mesti mencari tahu apa penyebab menurunnya produktivitas. Seperti faktor kelelahan (burnout), kebosanan karyawan karena tidak ada tantangan baru, konflik antar-personal, masalah rumah tangga, dan lainnya. HR dapat memberikan solusi yang tepat agar masalah tidak berlarut – larut.

Pengembangan kemampuan Karyawan

Tak jarang pemimpin perusahaan mengeluhkan kurangnya skill karyawan dalam menjalankan tugas, meskipun HR telah memberikan pelatihan dan pengembangan keterampilan karyawan. Ini artinya program tersebut kurang berdampak atau hanya sedikit memberikan pengaruh pada kontribusi karyawan.   

Baca Juga:   MANFAAT MEMBANGUN PERSONAL BRANDING DI ERA DIGITAL

Pelatihan dan pengembangan karyawan merupakan investasi perusahaan yang diharapkan dapat meningkatkan kapasitas karyawan dalam pekerjaan sehari-hari. Karena itu, HR semestinya punya strategi pengembangan karyawan yang tepat. Sehingga tidak hanya menguntungkan perusahaan tetapi pelatihan tersebut dapat mendukung pengembangan diri dan karier karyawan.

Kesimpulan

Semua permasalahan yang dihadapi HR dapat diselesaikan oleh divisi HR, jika perusahaan mau melakukan sinergi dengan berinvestasi terhadap pengembangan teknologi. Teknologi yang dimaksud adalah, dimana saat ini pemenuhan tugas HR tidak dapat dilakukan tanpa bantuan teknologi digital, seperti software berbasis web ataupun aplikasi selular. Penggunaan HRIS atau aplikasi seluler yang terintegrasi, dapat memudahkan divisi HR dalam mengurangi beban pekerjaan yang kompleks. Pada sistem HRIS, banyak fitur yang dapat penyelesaian payroll, rekrutmen karyawan, training, penilaian performance hingga benefit untuk karyawan.

 

Untuk informasi lebih lengkap mengenai DataOn, Ikuti Social Media DataOn berikut :

Linkedin: PT Indodev Niaga Internet (DataOn)

Instagram : DataOnCorp

Youtube:  DataOnCorp

 

 

 

Scroll to Top