Masalah yang Sering Terjadi pada Proses Rekrutmen Online

Pada masa pandemi seperti saat ini, proses rekrutmen secara online semakin menjadi tren. Tahapan rekrutmen yang dijalankan pun semakin dipermudah melalui bantuan teknologi secara daring. Proses rekrutmen secara online dilakukan melalui interview online atau video interview, dengan tahapan yang biasanya dilakukan mulai dari pengenalan diri, tanya jawab, sampai study case dilakukan secara online di depan Recruiter dan User. Namun pada kenyataannya, penerapan sistem rekrutmen online di Indonesia masih belum semaksimal yang dilakukan di luar negeri.

Ketika melakukan proses rekrutmen online, beberapa hal ini sering menjadi kendala dalam proses perekrutan online. Berikut kesalahan yang paling sering dilakukan dalam proses rekrutmen online :

1. Informasi Terkait Perusahaan yang Diberitakan Tidak Lengkap :

Beberapa lowongan yang dibagikan melalui media daring, terkadang banyak informasi yang kurang dijelaskan secara detail. Jika perusahaan tidak mencantum nama dan lowongan yang ditawarkan perusahaannya dengan jelas, akan mempersulit calon kandidat dalam mencari info detail dari perusahaan tersebut. Maka dari itu, sangat disarankan untuk memberikan informasi yang jelas pada informasi terkait perusahaan dan lowongan pekerjaan yang dibuka.

2. Channel yang Digunakan Kurang Efektif :

Dalam proses rekrutmen biasanya sebagian besar perusahaan menggunakan beberapa Channel lowongan pekerjaan untuk membantu memberikan informasi terkait rekrutmen, seperti LinkedIn, situs job portal, atau pun job fair online yang sering diadakan saat ini. Akan tetapi pada proses ini kesalahan yang biasa dilakukan oleh tim rekrutmen adalah menyimpulkan efektivitas channel hanya berdasarkan berapa banyak kandidat yang melihat lowongan pekerjaannya. Kenyataannya, jumlah kandidat yang benar-benar melamar lewat platform tersebut lebih sesuai untuk jadi indikatornya saja dibandingkan dengan jumlah yang melihat dan sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan dari lowongan tersebut.

3. Keterbatasan Akses ke Perangkat yang Dibutuhkan :

Dalam melakukan proses rekrutmen secara Online, masalah yang sering terjadi adalah calon kandidat yang ingin melakukan proses interview mungkin akan mengeluhkan bahwa ia tak memiliki akses ke perangkat yang dibutuhkan. Hal ini sangat dimungkinkan karena keterbatasan alat atau akses internet yang tak memadai. Untuk mengatasinya, Recruiter bisa mencoba menawarkan alternatif lain untuk membuat proses interview berjalan lebih lancar. Misalnya dengan menjalankan interview via panggilan WhatsApp yang lebih dikenal banyak orang.

4. Menempatkan Kandidat Tidak Sesuai dengan Posisi Pekerjaan dan Skill yang Dimiliki oleh Kandidat :

Menempatkan kandidat dengan skill tertentu yang spesifik pada posisi pekerjaan yang paling pas dan sesuai tidaklah mudah, apalagi jika skill tersebut amat sangat khusus.

Pada kenyataannya, beberapa perusahaan berani untuk menempatkan saja kandidat tersebut pada posisi pekerjaan, yang tidak sesuai dengan skill yang dikuasai dan lowongan yang tersedia. Hal ini sangat berpotensi membuat performa karyawan tersebut jadi tak efektif. Hal yang seharusnya dilakukan pihak rekrutmen adalah menjelaskan betul secara detail dan terperinci terkait deskripsi pekerjaan yang akan dikerjakan dengan detail, dan langkah selanjutnya mencari kandidat dengan skill yang memang sesuai.

5. Tidak Memberikan Informasi Secara Jelas dan Berkala pada Kandidat

Waktu menjadi salah satu hal yang krusial dan sangat diperhitungkan, keterbatasan waktu yang ditetapkan seringkali jadi alasan mengapa beberapa praktisi HR terkendala dalam memberikan informasi yang terkini kepada masing-masing kandidat. Jika setiap informasi pada proses rekrutmen tersebut kurang jelas maka hal ini menyebabkan pengalaman kandidat menjadi hal yang sangat penting dalam rekrutmen. Bagi rekrutmen yang ingin mengetahui tentang pendapat terhadap pengalaman kandidat tersebut, dapat menyiapkan survei bagi kandidat untuk memberikan penilaian tentang bagian-bagian dari proses rekrutmen, dalam skala tertentu. Dari hasil survei ini, rekrutmen bisa mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai apa yang perlu ditingkatkan dalam proses rekrutmen perusahaan untuk pengalaman kandidat yang lebih baik dan dapat membangun citra perusahaan yang lebih baik.

Baca Juga:   Pentingnya Worklife Balance yang Wajib Kamu Tahu!
Scroll to Top