Mengatasi Karyawan Toxic. Agar tidak berdampak buruk pada perusahaan.

Berbagai macam alasan telah menyebabkan perilaku karyawan menjadi toxic dalam perusahaan. Kemungkinan ini disebabkan adanya permasalahan yang mereka sedang pendam, sehingga menyebabkan mereka untuk melakukan perilaku yang menganggu produktivitas hingga lingkungan kerja mereka.

Ciri – ciri Karyawan Toxic.

Karyawan toxic memiliki beberapa karakteristik yang menonjol. Mungkin ada beberapa perilaku karyawan ini yang tidak terlihat, namun kebanyakan mereka pasti mengeluh akan pekerjaan mereka kepada HRD. Tak hanya mengeluh ke HRD, mereka juga mengeluhkan masalah mereka ke rekan kerja mereka, yang dapat menyebabkan karyawan lain menjadi terganggu. Selain itu, karyawan toxic cenderung suka bergosip, mereka suka membicarakan kekurangan atasan, rekan kerja, hingga perusahaan. Tak hanya itu, kadang mereka suka ingin tahu urusan orang lain, sehingga pekerjaan mereka pun belum tentu 100 persen terselesaikan dengan baik.

Karyawan yang memiliki perilaku toxic juga cenderung suka menyalahkan keadaan dan cenderung tidak dapat menyelesaikan permasalahan. Jika ada masalah terjadi, mereka hanya akan pesimis, banyak menuntut tanpa memberikan solusi untuk tim ataupun perusahaan. Selain itu, ciri khas lain karyawan toxic, mereka cenderung egois dan tidak mau mendengarkan tim mereka. Biasanya karyawan beracun ini cenderung membuat kerja sama tim menjadi terganggu, karena mereka hanya ingin ide – ide dan ucapan mereka sajalah yang didengar dan digunakan dalam suatu pekerjaan. Karyawan toxic tidak memperdulikan tim lainnya. Karyawan yang seperti ini akan sangat berbahaya kedepannya, karena akan menurunkan performa kerja sama dalam tim.

Untuk itu perusahaan melalui departemen HRD perlu mewaspadai ciri – ciri karyawan toxic. Lalu bagaimana cara menghadapi karyawan toxic ini di perusahaan. Mari kita simak solusi berikut ini, terutama untuk departemen HRD agar dapat mengurangi perilaku karyawan toxic di perusahaan kedepannya.

Baca Juga:   5 Soft Skills yang dibutuhkan untuk meningkatkan karir dan kredibilitas karyawan. 

1. Cari tahu penyebab utamanya

 Selalu ada penyebab dari segala masalah yang muncul. Selain karena karakter, karyawan toxic bisa saja mempunyai alasan, mengapa mereka melakukan beberapa hal yang bisa merugikan organisasi dan perusahaan. Pihak perusahaan dan divisi  HR dapat bekerja sama  lebih baik melakukan penggalian informasi sedalam mungkin terkait hal ini. Salah satu alasan mengapa seorang karyawan menjadi toxic adalah kumpulan kekecewaan karyawan yang bersangkutan akan satu hal, bisa terhadap atasannya, rekan kerja, bahkan terhadap perusahaan secara keseluruhan. Karena ketidakpuas-an karyawan tersebut, maka ia pun melampiaskannya ke cara – cara negatif seperti mulai menghindar dari pekerjaan bahkan sampai menyabotase rahasia perusahaan. Kalau perusahaan bisa menemukan akar permasalahan yang akhirnya menimbulkan racun dan masalah, maka kemudian dapat disusun langkah treatment yang lebih efektif dan efisien sesuai dengan jenis masalahnya.  

 2. Terapkan tipe micromanaging  leadership

Untuk beberapa tipe karyawan toxic, perusahaan dapat menerapkan micromanaging. Misalnya, bagi karyawan yang kurang produktif memanfaatkan jam kerjanya, lakukan monitor ketat secara harian terhadap to-do-list karyawan bermasalah tersebut. Contoh, di awal hari, minta si karyawan untuk menyetorkan to-do-list dalam sehari pada atasan untuk briefing, kalau perlu lengkap dengan jamnya. Lalu di akhir hari, mungkin sebelum pulang, atasan bisa melakukan evaluasi secara langsung mengenai hasil kerjanya hari itu juga. 

Sesuaikan micro managing seperti apa yang paling pas dengan perilaku si karyawan toxic. Tujuannya sudah pasti, agar ia bisa memberikan hasil kerja yang dibutuhkan oleh perusahaan. Secara periodik pula, evaluasi terus hasil kerjanya, misalnya mingguan, bulanan, atau dua bulanan.  

 3. Mutasi atau pindahkan ruangannya 

Karyawan toxic biasanya timbul karena ia merasa tak cocok dengan job description atau jenis pekerjaan yang dilakukannya selama ini. Mereka tidak menikmati pekerjaan mereka sekarang, sehingga membuatnya malas dan susah berkembang. Assesment dapat diakukan terhadap karyawan ini, untuk mencari tahu minat dan passion-nya. Jika memang dalam perusahaan ada divisi atau bagian yang lebih sesuai untuk karakter, minat, dan passion-nya, perusahaan dapat memutasinya ke bagian tersebut agar ia dapat bekerja dengan lebih baik. Atau, jika si karyawan adalah jenis karyawan tukang gosip, maka mungkin dengan memindahkan area kerja bagian lain yang dapat “mengisolasinya” bisa sedikit membantu mengurangi kebiasaan buruknya ini. Pastikan pula agar karyawan tersebut bisa selalu sibuk dengan tugasnya, agar tidak sempat untuk bergosip.   

Baca Juga:   5 Kesalahan HRD Saat Merekrut Karyawan

4. Terapkan lagi pendisiplinan 

Sosialisasikan lagi isi dari peraturan perusahaan kepada seluruh karyawan. Tekankan penjelasan pada topik kewajiban, hak masing-masing perusahaan dan karyawan. Garis bawahi pula bahwa ada reward dan punishment, jika memang ada. Lebih jauh lagi, pihak perusahaan yaitu melalui divisi HR dapat mengajak diskusi si karyawan toxic secara private, untuk membicarakan alternatif lain yang dapat dipilih untuk menghindari masalah berkembang lebih besar lagi.  

 5. Training Coaching dan konseling harus berjalan beriringan

Tak hanya diberikan secara individual, berikan training karyawan secara menyeluruh untuk perbaikan organisasi. Ada beberapa jenis training karyawan yang bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan dan masalah yang ada. Pihak perusahaan memang harus jeli memetakan kebutuhan karyawan untuk pengembangan diri ini. Salah satunya adalah training keuangan bagi karyawan yang bermasalah dengan pengelolaan keuangan pribadi. 

Jangan salah, masalah keuangan, jenjang karir hingga performa  bisa  menjadi penyebab seseorang menjadi toxic di tempat kerja. Misalnya, si tukang ngutang dan juga mereka yang dengan sengaja melakukan fraud. Untuk itu adakah pelatihan training karyawan 

Training untuk karyawan dapat diberikan dengan memanfaatkan Modul Training pada SunFish HR. Dengan tampilan yang lebih menarik, mudah dimengerti, baik perusahaan dapat menginfokan dengan mudah kepada karyawan melalui fitur ini. Dengan SunFish HR, Training management menjadi lebih cepat dan mudah. Karyawan pun juga dengan cepat mendapatkan informasi mengenai training terbaru yang diadakan perusahaan.

Informasi lebih lanjut mengenai Modul Training SunFish HR, hubungi kami sekarang untuk mecoba demo dari SunFish HR atau produk – produk DataOn lainnya.

Written and edited by: Lydia Dameria Simamora

 

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Scroll to Top