PENGALIHAN TANGGAL CUTI BERSAMA IDUL FITRI TAHUN 2020

Cuti bersama merupakan hari libur umum di Indonesia. Cuti bersama ditentukan oleh pemerintah sebagai sarana untuk meningkatkan efisiensi ASN. Sebagian besar perusahaan swasta juga mengikuti cuti bersama, tetapi disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan operasional perusahaan. Cuti bersama paling banyak diadakan ketika libur keagaman besar seperti Idul Fitri. Cuti bersama juga diadakan untuk libur Tahun Baru dan Hari Raya Natal.

Dasar hukum cuti bersama dituangkan dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 684 Tahun 2017. Untuk menunjang efektivitas pelaksanaan cuti bersama secara menyeluruh, Menteri Ketenagakerjaan juga menerbitkan Keputusan Menteri (Kepmen) Nomor 184 Tahun 2017 tentang Pedoman Pelaksanaan Cuti Bersama di Sektor Swasta Tahun 2017.

Tahukah Anda, bahwa untuk tahun 2020, pemerintah mengalihkan cuti bersama Idul Fitri yang sebelumnya ditentukan jatuh pada tanggal 26-29 Mei 2020 menjadi tanggal 28-31 Desember 2020? Libur Hari Raya Idul Fitri tetap pada tanggal 24-25 Mei 2020. Selain itu, pemerintah juga menambahkan cuti bersama untuk Maulid Nabi Muhammad SAW pada tanggal 28 Oktober 2020. Untuk peringatannya sendiri, jatuh pada tanggal 29 Oktober 2020. Sebelumnya, pada tanggal 9 Maret 2020, pemerintah sudah menambahkan hari libur pada tanggal 30 Oktober 2020.

Baca juga: Apa itu ISO 9001 dan ISO/IEC 27001?

Untuk pergeseran cuti bersama di akhir tahun, selain karena akhir tahun merupakan masa liburan sekolah dan memberikan waktu pada keluarga untuk memiliki waktu yang cukup dalam merencanakan liburan. Dalam keputusannya juga, Pemerintah mempertimbangkan mengenai penanganan virus Corona atau COVID-19. Melihat perkembangan kasus COVID-19 per tanggal 12 April 2020, sudah terkonfirmasi jumlah orang yang positif terkena COVID-19 di Indonesia sebanyak 4.241, dengan total kematian sebanyak 373 orang. Hal tersebut meyakinkan pemerintah untuk mengalihkan cuti bersama Idul Fitri menjadi akhir tahun. Beberapa pihak sudah memperkirakan kapan COVID-19 di Indonesia berakhir, dan rata-rata mengatakan bahwa di bulan Mei akhir akan menjadi penghujung kasus COVID-19 di Indonesia.

Pemerintah mau agar kasus positif COVID-19 di Indonesia berkurang, sehingga mengalihkan tanggal cuti bersama untuk Idul Fitri, karena pada saat cuti bersama Idul Fitri di Indonesia, mayoritas masyarakat akan mudik ke kampungnya masing-masing. Hal tersebut akan cenderung mendorong tingkat penularan COVID-19 semakin melonjak. Ada beberapa orang yang positif COVID-19 tetapi tidak memiliki gejala-gejala tertentu seperti batuk kering, pilek, sakit tenggorokan, demam, sesak napas, dll. Hal tersebutlah yang ditakutkan oleh pemerintah. Orang-orang tanpa gejala ini, akan merasa sehat-sehat saja dan mudik ke kampung halaman, bertemu dengan keluarga besar, terutama orang tua yang kondisinya lebih rentan terhadap COVID-19 dan kemungkinan tingkat kematiannya yang lebih tinggi. Hal inilah yang sangat ditakutkan oleh pemerintah.

Marilah kita sebagai masyarakat/rakyat yang baik, patuhilah himbauan pemerintah, karena himbauan dari pemerintah semata-mata hanya untuk kepentingan kita sendiri. Jika kita mengikutinya, maka kita akan untung, kita membantu dalam hal mengurangi tingkat penyebaran COVID-19. Secara tidak langsung, maka kita akan mengurangi jumlah kasus positif COVID-19 di Indonesia, dan juga mengurangi tingkat kematian akibat COVID-19. Patuhilah pemerintah kalau memang kita sayang kepada keluarga kita di kampung halaman, kitalah garda terdepan dalam memutus rantai penyebaran COVID-19 di Indonesia.

Baca Juga:   Peran HR Era New Normal
Scroll to Top