Tugas HR : Pentingnya Menerapkan Employer Branding Guna Menarik Calon Kandidat

Apa Itu Employer Branding ?

Employer Branding adalah suatu usaha dalam membangun citra ataupun persona perusahaan guna menarik perhatian pihak eksternal terhadap culture dan nilai – nilai yang dimiliki perusahaan tersebut. Konsep employer branding dapat digunakan terutama untuk meningkatkan dan mempertahankan kesejahteraan karyawan atau sumber daya manusia yang bekerja di sana. Tetapi Employer Branding dapat juga digunakan oleh HR untuk menarik dan mempertahankan talent yang tepat untuk perusahaan. 

Perbedaan Employer Branding dan Employee Branding?

Jika Employer Branding lebih fokus dalam membentuk persona dan citra perusahaan melalui budaya ataupun benefit yang diberikan perusahaan, Employee Branding lebih berfokus kepada branding karyawan dalam memberikan real quotes dan opinion fakta terhadap perusahaan dimana mereka bekerja. Employee Branding juga bisa disebut sebagai brand atau company ambassador, karena letak perbedaanya adalah disini karyawan memberikan pengalaman dan benefit yang didapatkan dari tempat dia bekerja. 

Kemunculan Employer Branding

Employer Branding muncul karena pergeseran cara merekrut karyawan dimana perusahaan mulai bersaing dengan perusahaan lain untuk menarik dan mempekerjakan kandidat hebat. Untuk mendapatkan kandidat terbaik, recruiter harus memasarkan perusahaan ke calon pencari kerja.

Seberapa Penting Employer Branding

Menurut Bernard Hodes Group di Eropa (sumber: https://talentadore.com) 94 % kandidat tertarik untuk melamar di suatu perusahaan dikarenakan perusahaan tersebut aktif dalam menerapkan employer branding.

Pentingnya branding dalam perusahaan ini tidak hanya digunakan untuk menarik calon karyawan saja, namun masih banyak manfaat baik lainnya dalam menerapkan branding dalam perusahaan.

Yuk, simak informasi berikut untuk mencari tahu mengapa branding sangat penting untuk perusahaan.


1.  Membantu Merekrut Talent Baru

Dilansir dari Management Study Guide, tujuan utama dari branding perusahaan adalah untuk menarik calon karyawan. Pada umumnya sebelum melamar, calon karyawan akan mencari tahu informasi suatu perusahaan secara detail.

Baca Juga:   HRD Wajib Tahu! Tingkatkan kinerja karyawan dengan cara - cara berikut Ini.

Tak hanya itu, selain untuk merekrut kandidat baru, branding juga diperlukan untuk menjaga loyalitas para karyawan di perusahaan. Jika branding yang dilakukan perusahaan ini sudah baik, maka karyawan akan tetap bertahan di perusahaan.

2. Mengurangi Biaya Iklan

Jika perusahaan melakukan branding dengan baik, otomatis nama perusahaan tersebut akan dikenal dengan baik. Sehingga perusahaan tidak perlu mengeluarkan biaya untuk promosi kepada calon karyawan.

Tak hanya bermanfaat dari segi biaya saja, dari segi waktu pun perusahaan tidak akan menghabiskan banyak waktu untuk mencari kandidat. Bahkan, calon kandidat akan datang sendirinya ke perusahaan dengan reputasi baik.

3. Menjadikan Karyawan Sebagai Promotor

Karyawan yang bekerja di perusahaan bisa dijadikan sebagai promotor untuk mengenalkan perusahaan.

Semakin sering karyawan membicarakan hal positif tentang perusahaan, semakin besar kemungkinan perusahaan untuk mendapat kandidat baru.

4. Meningkatkan Keterlibatan Karyawan

Karyawan yang bekerja di perusahaan dengan reputasi baik karena melakukan branding akan termotivasi dalam bekerja. Karyawan akan memberikan kinerja terbaiknya dan bekerja dengan sangat produktif. Semakin produktif karyawan dalam bekerja, maka pertumbuhan suatu perusahaan akan semakin meningkat.

Tentunya hal ini dapat membuat keuangan perusahaan meningkat dan stabil. Perusahaan dengan keuangan yang stabil akan menarik banyak kandidat yang ingin bergabung ke perusahaan.

Sehingga konsep Employer Branding merupakan konsep yang baik dalam memberikan reputasi kepada suatu perusahaan, karena tak semua perusahaan dapat memiliki 

Penerapan Employer Branding

Agar perusahaan tidak salah langkah dalam melakukan employer branding, perusahaan perlu melakukan penyusunan strategi dalam melakukan penerapannya. 

Berikut adalah 5 hal penting yang dapat dilakukan: 

1. Menetapkan Tujuan Employer Branding

Apa tujuan yang ingin dicapai dari kegiatan employer branding? Pada umumnya, perusahaan menginginkan adanya engagement dengan talent dan pekerja. Selain itu brand awareness perusahaan di tengah publik dan  kepercayaan dari pekerja, talent, dan publik juga dapat menjadi tujuan dari employer branding.

2. Identifikasi Sasaran Employer Branding

Ketahui talent dengan persona, kepribadian dan tujuan bekerja seperti apa yang ingin dituju melalui employer branding. Dengan mengetahui persona talent, maka kegiatan employer branding bisa tepat sasaran. Persona yang dapat diambil adalah demographic seperti divisi, lokasi kerja, usia dan sebagainya.

Baca Juga:   Mendongkrak Employee Engagement

3. Tetapkan Employee Value Proposition (EVP) 

EVP adalah komponen utama dari strategi employer brand yang mempertegas posisi dan rencana strategis perusahaan. EVP untuk employer branding merupakan pesan yang akan digunakan perusahaan untuk menargetkan persona pada talent. Ada 5 value atau nilai penting untuk menentukan EVP employer branding, antara lain adalah kompensasi, benefits, karir, budaya dan lingkungan kerja.

Dalam melakukan EVP adalah mengadakan survei secara menyeluruh dari pimpinan perusahaan, karyawan, kandidat yang sedang dalam proses rekrutmen sampai dengan kandidat yang belum mendaftar ke perusahaan. Hal ini dilakukan untuk memastikan nilai yang diangkat di EVP yang telah ditetapkan benar dirasakan oleh seluruh karyawan di perusahaan dan juga menarik untuk kandidat relevan yang masih belum mendaftar. 

4. Menentukan Channel Employer Branding

Channel dalam penerapan employer branding dapat dilakukan dalam mempromosikan kegiatan employer branding, seperti media social, website perusahaan, iklan lowongan kerja ataupun juga dari diri karyawan sendiri. Perlu dipastikan channel ini merupakan tempat di mana para pekerja dan calon kandidat berinteraksi.

5. Evaluasi

Perlu dilakukan evaluasi dalam setiap kegiatan employer branding perusahaan. Apakah sudah sesuai dengan tujuan awal dan apa yang perlu diperbaiki dari kegiatan ini. Employer branding dalam perusahaan haruslah positif dan bermanfaat bagi lingkungan. Strategi employer branding yang tepat bisa menguntungkan perusahaan, talent dan karyawan. Semakin kuat strategi employer branding perusahaan, maka semakin baik pula citra perusahaan.

Kesimpulan: 

Pada intinya, Employer Branding dibuat untuk membangun identitas, citra, dan nilai positif perusahaan. Hal ini dilakukan untuk membedakan perusahaan tersebut dengan perusahaan lain atau kompetitor. Namun perlu diingat juga bahwa Employer Branding tak kalah pentingnya bagi karyawan yang sudah ada di perusahaan.

Baca Juga:   Cara Tingkatkan Produktivitas Saat Bekerja

Lalu mengapa  Employer Branding menjadi penting dalam suatu perusahaan? Dikarenakan kegiatan Employer Branding dapat membangun citra positif tentang perusahaan, menarik perhatian calon karyawan, menjaring karyawan yang potensial. Selain itu, Employer Branding juga dapat mengurangi biaya iklan dan menjaga loyalitas karyawan yang telah bekerja.

Sudah siapkah perusahaan terutama divisi HR menerapkan kegiatan Employer Branding?  Kegiatan Employer Branding juga dapat dilakukan dengan memanfaatkan fitur – fitur HRIS dari SunFish HR. Melalui fitur Payroll yang terintegrasi, Training untuk meningkatkan skills karyawan hingga Performance Management. Fitur – fitur daru SunFish HR memudahkan karyawan dari segi benefits, kesejahteraan hingga pengembangan karir karyawan.

Informasi lebih lanjut, hubungi kami segera untuk mendapatkan demo dan produk SunFish HR.

Written by: Lydia Dameria Simamora

Scroll to Top