Tapera, Iuran Baru Pekerja yang Perlu Dipahami

Tapera (Tabungan Perumahan Rakyat) merupakan program pembangunan rumah untuk rakyat yang dibuat oleh pemerintah sesuai pada regulasi PP nomor 25 Tahun 2020. Program ini bertujuan menjadi solusi bagi seluruh pekerja yang tergolong dalam masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) agar bisa memiliki rumah. Dana yang sudah ditabung ke dalam Tapera nantinya akan dijadikan sumber biaya untuk membangun rumah yang murah dan layak kepada para peserta tabungan Tapera yang berpenghasilan rendah.

Dalam PP tersebut dijelaskan, pekerja adalah setiap orang yang bekerja dengan menerima upah atau imbalan dalam bentuk lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Sementara Pekerja Mandiri adalah setiap warga negara Indonesia yang bekerja dengan tidak bergantung pada Pemberi Kerja untuk mendapatkan penghasilan.

Para peserta program Tapera akan didaftarkan oleh pemberi kerja kepada Badan Pengelola (BP) Tapera.

Sementara pekerja mandiri harus mendaftarkan sendiri menjadi peserta kepada BP Tapera. Adapun besaran simpanan peserta untuk program Tapera yang diatur dalam pasal 17 ayat 1 UU Tapera yakni 3 persen. Pembagian rincian pemotongan tersebut akan dibebankan 2,5 persen kepada pekerja, dan 0,5 persen ditanggung pemberi kerja.

Rencananya, penerapan iuran Tapera akan dilakukan secara bertahap. Deputi Komisioner Bidang Pemanfaatan Dana BP Tapera Ariev Baginda Siregar menjelaskan tahapan penerapannya sebagai berikut:

Tahun 2021, Aparatur Sipil Negara (ASN) wajib menjadi peserta Tapera. Artinya, gaji ASN dipotong untuk iuran Tapera mulai 2021. Tahun 2022 dan 2023, giliran pegawai BUMN, BUMD, BUMDes serta aparat TNI/Polri. Rencananya tahun 2027, seluruh pekerja sektor swasta yang memenuhi masuk pada golongan MBR, wajib menjadi peserta Tapera dan mulai pemotongan gaji untuk iuran.

Baca juga: Komponen dalam Slip Gaji yang Perlu Diketahui

Iuran Peserta dikelola dan diinvestasikan oleh BP Tapera secara transparan bekerjasama dengan KSEI, Bank Kustodian, dan Manajer Investasi. Peserta dapat memantau hasil pengelolaan simpanannya setiap saat melalui berbagai kanal informasi yang disediakan oleh BP Tapera dan KSEI.

Baca Juga:   Gaji Bebas Pajak saat Corona sampai September 2020

Lalu apa saja manfaat yang akan didapat dari peserta Tapera?

1. Peserta bisa mendapat manfaat pembiayaan perumahan. Syarat utama, belum memiliki rumah atau sedang ingin membeli rumah pertama. Syarat lain, penghasilan Rp4 juta hingga maksimal Rp8 juta.

2. Peserta program Tapera yang hendak mencicil rumah akan dikenakan suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) sebesar 5 persen.

3. Bagi peserta yang sudah memiliki rumah, ada fasilitas pinjaman untuk merenovasi rumah melalui perbankan atau lembaga keuangan non-bank yang bergerak di pembiayaan. Pengajuan ini bisa dilakukan setelah satu tahun menjadi peserta Tapera.

4. Bagi yang sudah memiliki rumah, maka dana simpanan dan hasil investasi dari iuran bulanan akan dikembalikan setelah pensiun dari tempat kerjanya.

Kebijakan Tapera ini memang masih menuai banyaknya pro dan kontra karena dinilai menambah beban baik bagi perusahaan dan pekerja. Bagaimana dengan anda sendiri? Apakah  anda setuju dengan kebijakan BP Tapera dilaksanakan?

Scroll to Top