Terjebak Situasi Sandwich Generation? Ini dia solusinya!

Apakah anda pernah mendengar tentang Sandwich Generation? Istilah sandwich generation menggambarkan seorang individu yang bertanggung jawab memenuhi kebutuhan ekonomi diri sendiri, keluarga inti, dan orang tua. Dari penjelasan istilah tersebut, apakah anda merasakannya?

Faktanya, berdasarkan survei Ekonomi Nasional 2017 seperti dilansir Katadata (April 2018), sebanyak 62.64% kaum lansia di Indonesia tinggal bersama anak dan cucunya. Sandwich generation banyak sekali terjadi pada negara-negara berkembang yang masih kental dengan nilai-nilai dan budaya kekerabatan termasuk Indonesia.

Lalu bagaimana cara mengatasi fenomena sandwich generation ini agar finansial keuangan anda tidak terhimpit?

1. Lakukan life cycle investment

Life cycle investment adalah investasi yang dilakukan berdasarkan fase hidup yaitu masa muda, masa menjelang pensiun, dan masa pensiun. Anda dapat melakukan investasi sesuai dengan fase hidup yang sedang anda masuki saat ini. Investasi yang dilakukan secara disiplin juga dapat membantu anda mempersiapkan segala risiko yang kemungkinan terjadi.

2. Memiliki asuransi

Asuransi dapat membantu anda menghadapi risiko-risiko pada saat masa pensiun. Ada banyak macam asuransi yang bisa anda pilih sesuai dengan kebutuhan anda. Memiliki asuransi sejak fase muda tentunya dapat memberikan benefit lebih banyak bagi anda.

Jika anda adalah pencari nafkah bagi keluarga anda, pengelolaan finansial dan investasi menjadi hal yang penting untuk anda lakukan. Mulailah dengan meningkatkan literasi finansial anda agar dapat melakukan pengelolaan dan investasi yang sesuai dengan diri anda.

Baca Juga:   Menciptakan Budaya Perusahaan yang Karyawan Butuhkan
Scroll to Top