“Apakah cuti sakit memotong cuti tahunan?” menjadi pertanyaan ketika karyawan diminta memakai jatah tahunan saat sakit. Pada prinsipnya, izin sakit dengan keterangan dokter dicatat terpisah tanpa mengurangi saldo cuti tahunan.
Kesalahan pencatatan dapat mengurangi hak cuti dan memicu perselisihan kerja. Artikel ini membahas dasar hukum, bukti sakit, saldo yang belum tersedia atau sudah habis, serta langkah koreksi jika terjadi pemotongan.
Hubungan Izin Sakit dengan Saldo Cuti Tahunan
Alasan ketidakhadiran menjadi dasar pencatatan kategori izin. Perbedaan fungsi cuti sakit dan cuti tahunan menjelaskan pengaruhnya terhadap saldo tahunan.
Perbedaan Cuti Sakit dan Cuti Tahunan
Cuti sakit berkaitan dengan gangguan kesehatan yang menyebabkan karyawan tidak mampu bekerja. Kebutuhan istirahatnya mengikuti penilaian medis, sehingga ketidakhadiran tidak selalu dapat direncanakan.
Cuti tahunan memberikan waktu istirahat berbayar untuk kebutuhan pribadi, berbeda dari unpaid leave yang tidak disertai pembayaran upah. Waktu penggunaannya dapat direncanakan sebelum ketidakhadiran, misalnya untuk liburan atau urusan keluarga.
Contoh Saldo Cuti Setelah Mengambil Izin Sakit
Seorang karyawan memiliki saldo cuti tahunan delapan hari dan mendapat anjuran dokter untuk beristirahat selama dua hari kerja. Ketidakhadiran tersebut diajukan sebagai izin sakit dengan melampirkan surat yang mencakup tanggal istirahat.
HR mencatat dua hari ketidakhadiran tersebut sebagai izin sakit setelah memeriksa pengajuan. Saldo tahunan tetap delapan hari karena tidak ada penggunaan cuti tahunan.
Dasar Hukum Cuti Sakit dan Cuti Tahunan

UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan menjadi dasar pengaturan cuti tahunan dan perlindungan upah saat sakit. Ketentuannya juga membatasi kebijakan internal mengenai izin sakit.
Hak Cuti Tahunan dalam Pasal 79
Pasal 79 ayat (3) UU Ketenagakerjaan, sebagaimana diubah melalui UU No. 6 Tahun 2023, menetapkan cuti tahunan minimal 12 hari kerja. Hak tersebut diberikan setelah karyawan bekerja selama 12 bulan secara terus-menerus.
Ayat (4) mengatur pelaksanaannya melalui perjanjian kerja, peraturan perusahaan, atau perjanjian kerja bersama (PKB). Pengaturan tersebut mencakup jadwal penggunaan dan tata cara pengajuan cuti.
Perlindungan Upah Saat Sakit dalam Pasal 93
Pasal 93 ayat (2) huruf a UU Ketenagakerjaan mewajibkan pembayaran upah ketika karyawan tidak dapat bekerja karena sakit yang didukung keterangan dokter. Dalam perhitungan gaji karyawan, kondisi ini menjadi pengecualian terhadap prinsip no work, no pay atau tidak bekerja tidak dibayar.
Untuk sakit berkepanjangan, ayat (3) menetapkan pembayaran sebesar 100% pada empat bulan pertama dan 75% pada empat bulan kedua. Besarannya menjadi 50% pada empat bulan ketiga, kemudian 25% untuk bulan selanjutnya sebelum PHK dilakukan.
Batas Kebijakan Perusahaan dalam Mengatur Izin Sakit
Perusahaan dapat menetapkan tata cara pelaporan dan penyerahan dokumen izin sakit melalui ketentuan internal. Namun, kewenangan mengatur prosedur tidak membenarkan ketentuan yang bertentangan dengan perlindungan dalam undang-undang.
Pasal 111 ayat (2) melarang peraturan perusahaan bertentangan dengan peraturan perundang-undangan, sedangkan Pasal 124 ayat (2) menetapkan larangan yang sama bagi PKB. Khusus PKB, ayat (3) menyatakan ketentuan yang bertentangan batal demi hukum sehingga aturan perundang-undangan berlaku sebagai gantinya.
Syarat dan Prosedur Pengajuan Izin Sakit
Pengajuan izin sakit mencakup pemberitahuan ketidakhadiran dan penyerahan bukti pendukung. Dalam pengelolaan kehadiran, informasi tersebut menjadi dasar penetapan alasan dan periode ketidakhadiran.
Surat Keterangan Dokter sebagai Bukti Sakit
Surat keterangan dokter membuktikan kondisi karyawan yang tidak mampu bekerja dan menjelaskan kebutuhan istirahatnya. Penjelasan Pasal 93 ayat (2) huruf a menegaskan bahwa sakit yang dimaksud adalah sakit menurut keterangan dokter.
Tanggal pemeriksaan dan periode istirahat perlu diperhatikan saat menilai kesesuaian dokumen. Bukti kunjungan berobat saja belum tentu menerangkan ketidakmampuan bekerja selama seluruh tanggal yang diajukan.
Pemberitahuan kepada Atasan dan Pengajuan kepada HR
Karyawan memberi tahu atasan ketika sakit menghalangi kehadiran, kemudian mengajukan izin kepada HR. Dokumen pendukung diserahkan melalui kanal yang ditentukan sesuai alur persetujuan perusahaan agar status pengajuan dapat ditelusuri.
Tenggat pelaporan mengikuti aturan tempat kerja dengan mempertimbangkan keadaan darurat yang menghambat komunikasi. Jika pemberitahuan awal dilakukan melalui telepon, konfirmasi tertulis mencatat waktu pelaporan dan periode izin.
Penanganan Izin Sakit Tanpa Surat Dokter
HR memeriksa apakah surat dokter belum diserahkan atau memang belum diperoleh. Setelah kendala penyerahannya diklarifikasi, karyawan diberi kesempatan melengkapi dokumen sesuai tata cara pengajuan.
Jika bukti sakit tidak tersedia setelah klarifikasi, ketidakhadiran dapat dicatat sebagai izin tidak dibayar, kecuali aturan internal memberikan perlindungan lebih baik. Penggunaan cuti tahunan tetap memerlukan pengajuan, bukan pemotongan otomatis.
Izin Sakit Saat Hak Cuti Tahunan Belum Ada atau Sudah Habis
Saldo cuti tahunan bisa belum tersedia bagi karyawan baru atau sudah habis digunakan. Kedua keadaan tersebut tidak menghapus perlindungan ketika sakit menyebabkan ketidakmampuan bekerja.
Izin Sakit bagi Karyawan dengan Masa Kerja Kurang dari Setahun
Perusahaan dapat memberikan cuti tahunan sejak tahun pertama, misalnya melalui perhitungan prorata. Jumlah dan waktu penggunaannya mengikuti perjanjian kerja atau peraturan perusahaan, sehingga dapat berbeda antar tempat kerja.
Perlindungan upah saat sakit dalam Pasal 93 tidak mensyaratkan masa kerja minimum 12 bulan. Karena itu, izin sakit dengan keterangan dokter tidak dibebankan pada jatah cuti tahunan yang belum diperoleh.
Izin Sakit ketika Saldo Cuti Tahunan Sudah Habis
Saldo tahunan yang telah habis tidak menjadikan izin sakit sebagai utang cuti. Jika pencatatan menghasilkan saldo negatif, kategori ketidakhadiran harus diperiksa sebelum pengurangan dibawa ke jatah tahun berikutnya.
Pengalihan otomatis menjadi cuti tanpa upah semata-mata karena saldo habis dapat mengabaikan kewajiban pembayaran upah saat sakit. Pembayaran upah mengikuti ketentuan perlindungan saat sakit, bukan sisa saldo cuti tahunan.
Apa yang Harus Dilakukan Jika Cuti Sakit Memotong Cuti Tahunan?
Saldo yang berkurang setelah izin sakit perlu ditelusuri sebelum mengajukan keberatan. Hasil pemeriksaan menunjukkan apakah pemotongan berasal dari kesalahan pencatatan atau penerapan kebijakan perusahaan.
Lakukan langkah-langkah ini untuk meminta koreksi:
1. Cocokkan catatan izin
Bandingkan tanggal ketidakhadiran, kategori pengajuan, dan riwayat perubahan saldo.
2. Periksa status dokumen
Pastikan surat dokter sudah diterima dan pengajuan telah diverifikasi.
3. Minta alasan pemotongan
Tanyakan kepada HR dasar pengurangan saldo serta ketentuan yang digunakan.
4. Ajukan koreksi tertulis
Lampirkan surat dokter, bukti pengajuan, dan rincian saldo yang dipersoalkan.
5. Pantau penyelesaian
Mintalah hasil pemeriksaan serta perkiraan waktu koreksi secara tertulis.
6. Tindak lanjuti perselisihan
Tempuh perundingan bipartit dan, jika gagal, lanjutkan melalui mekanisme penyelesaian perselisihan hubungan industrial dengan bukti korespondensi serta hasil perundingan.
Hal yang Perlu Dicek agar Izin Sakit Tidak Salah Tercatat
Pemeriksaan akhir memastikan izin sakit tercatat sesuai pengajuan yang telah diverifikasi. Jika ditemukan ketidaksesuaian, koreksi dapat dilakukan sebelum catatan digunakan untuk penggajian.
Pastikan empat hal ini sudah sesuai:
- Kategori Ketidakhadiran
Izin sakit tercatat terpisah dari cuti tahunan. - Kesesuaian Tanggal
Periode izin sesuai dengan surat dokter dan jadwal kerja. - Kelengkapan Dokumen
Pemberitahuan dan keterangan dokter tersimpan bersama pengajuan. - Saldo Cuti Tahunan
Tidak ada pengurangan akibat kesalahan kategori izin.
Kelola Izin Sakit Lebih Konsisten dengan SunFish Time Management

Pencatatan izin sakit melalui pesan, formulir, dan spreadsheet membuat pengajuan serta dokumen pendukung tersebar. Saat pembaruan tidak diterapkan pada seluruh catatan, saldo cuti dan informasi untuk penggajian berisiko tidak sesuai.
SunFish Time Management mendukung pengajuan cuti dan koreksi absensi melalui antarmuka self-service. Integrasi dengan payroll membantu menghubungkan catatan kehadiran dengan perhitungan penggajian sesuai pengaturan yang diterapkan.
Kebutuhan pengaturan izin dapat berbeda menurut jadwal kerja dan alur persetujuan perusahaan. Hubungi tim ahli DataOn untuk mendiskusikan penerapan yang sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda.
FAQ
- Izin sakit apakah termasuk cuti?
Izin sakit lazim disebut cuti sakit karena memberikan waktu untuk pemulihan kesehatan. Dasarnya adalah ketidakmampuan bekerja yang didukung keterangan dokter, sedangkan cuti tahunan dapat digunakan untuk kebutuhan pribadi.
- Apakah cuti sakit tetap digaji?
Ya, upah tetap dibayarkan ketika karyawan tidak dapat bekerja karena sakit yang didukung keterangan dokter. Pasal 93 menetapkan pembayaran penuh untuk empat bulan pertama, kemudian menurun bertahap jika sakit berkepanjangan.
- Apakah boleh izin sakit 3 hari?
Boleh, apabila kondisi sakit memerlukan istirahat selama tiga hari dan didukung keterangan dokter. Sampaikan pemberitahuan serta ajukan izin sesuai prosedur internal agar seluruh periode tercatat dengan benar.
- Berapa lama maksimal cuti sakit?
Durasi izin sakit mengikuti kondisi medis dan kebutuhan pemulihan, bukan jatah tahunan tertentu. Batas 12 bulan berturut-turut dalam Pasal 153 ayat (1) huruf a berkaitan dengan larangan PHK karena sakit, bukan batas otomatis seluruh izin sakit.
