6 mins read

Cara Menghitung Uang Lembur per Jam, Hari Kerja, dan Hari Libur

Perhitungan overtime karyawan berdasarkan waktu dan pengali upah lembur.

Cara menghitung uang lembur tidak cukup dilakukan dengan membagi gaji bulanan menjadi tarif per jam lalu mengalikannya dengan durasi tambahan kerja. Perusahaan perlu menentukan dasar upah, menghitung nilai upah sejam, kemudian menggunakan pengali yang sesuai dengan jumlah jam serta waktu pelaksanaan lembur.

Perbedaan satu jam atau status hari dapat menghasilkan nominal pembayaran yang berbeda sehingga HR perlu memahami urutan perhitungannya. Panduan ini akan membawa Anda dari angka gaji bulanan hingga mendapatkan estimasi uang lembur melalui beberapa contoh kasus yang mudah diikuti.

Apa Dasar Perhitungan Uang Lembur?

Perhitungan upah kerja lembur di Indonesia diatur antara lain dalam Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2021. Regulasi tersebut menetapkan bahwa perhitungan didasarkan pada upah bulanan, kemudian nilai upah sejam diperoleh menggunakan faktor 1/173.

Komponen yang menjadi dasar perhitungan juga perlu diperiksa sebelum memasukkan angka ke dalam rumus. Jika komponen upah terdiri dari upah pokok dan tunjangan tetap, dasar perhitungan menggunakan 100% dari upah tersebut.

Bagaimana Jika Ada Tunjangan Tidak Tetap?

Jika komponen penghasilan terdiri dari upah pokok, tunjangan tetap, dan tunjangan tidak tetap, terdapat ketentuan tambahan yang perlu diperhatikan. Apabila upah pokok ditambah tunjangan tetap lebih kecil dari 75% keseluruhan upah, dasar perhitungan upah kerja lembur adalah 75% dari keseluruhan upah.

Karena itu, memasukkan seluruh take-home pay ke dalam rumus belum tentu menghasilkan perhitungan yang tepat. HR perlu mengidentifikasi terlebih dahulu komponen penghasilan yang menjadi dasar sebelum menentukan nilai upah sejam.

Cara menghitung uang lembur hari libur berdasarkan pola waktu kerja dan jumlah jam lembur karyawan.

Cara Menghitung Uang Lembur dari Gaji Bulanan

Perhitungan dapat dilakukan secara bertahap agar setiap angka mudah diperiksa kembali apabila terjadi selisih. Secara sederhana, terdapat tiga hal yang perlu diketahui terlebih dahulu, yaitu dasar upah sebulan, upah sejam, serta faktor pengali sesuai waktu lembur.

1. Tentukan Dasar Upah Sebulan

Misalnya, seorang karyawan memiliki upah pokok sebesar Rp5.000.000 dan tunjangan tetap Rp1.000.000 per bulan. Karena komponennya terdiri dari upah pokok dan tunjangan tetap, dasar upah lemburnya menjadi Rp6.000.000.

Angka inilah yang digunakan pada tahap berikutnya, bukan sekadar upah pokok Rp5.000.000. Kesalahan menentukan dasar upah akan membuat seluruh hasil perhitungan setelahnya ikut berubah.

2. Hitung Upah per Jam dengan Rumus 1/173

Setelah mengetahui dasar upah, gunakan rumus yang ditetapkan dalam PP Nomor 35 Tahun 2021 untuk mendapatkan nilai upah sejam.

Upah sejam = 1/173 × upah sebulan

Dengan dasar upah Rp6.000.000:

Rp6.000.000 ÷ 173 = Rp34.682,08

Jadi, nilai upah sejam yang digunakan dalam contoh ini adalah sekitar Rp34.682,08. Nilai tersebut belum menjadi nominal lembur yang diterima karena masih harus dikalikan dengan faktor sesuai jam lemburnya.

3. Tentukan Pengali Lembur

Untuk lembur pada hari kerja, satu jam pertama dibayar sebesar 1,5 kali upah sejam. Setiap jam berikutnya dibayar sebesar 2 kali upah sejam.

Dengan demikian, total faktor pengali akan meningkat sesuai durasi tambahan kerja:

Durasi Lembur Hari Kerja Perhitungan Faktor Total Faktor
1 jam 1,5 1,5×
2 jam 1,5 + 2 3,5×
3 jam 1,5 + 2 + 2 5,5×
4 jam 1,5 + 2 + 2 + 2 7,5×

Tabel tersebut mempermudah HR menghitung uang lembur tanpa mengulang pengali setiap jam. Setelah total faktor ditemukan, angka tersebut tinggal dikalikan dengan nilai upah sejam.

Cara Menghitung Uang Lembur per Jam

Setelah mengetahui upah sejam, perhitungan dapat dilakukan berdasarkan jumlah jam kerja tambahan. Agar lebih mudah dibandingkan, seluruh simulasi berikut menggunakan dasar upah Rp6.000.000 dengan nilai upah sejam sekitar Rp34.682,08.

1. Contoh Uang Lembur 1 Jam

Untuk satu jam lembur pada hari kerja, nilai upah sejam dikalikan 1,5. Perhitungannya menjadi:

1,5 × Rp34.682,08 = Rp52.023,12

Jadi, estimasi uang lembur satu jam pada contoh tersebut adalah sekitar Rp52.023. Nominal setiap orang dapat berbeda karena bergantung pada dasar upah bulanannya.

2. Contoh Uang Lembur 2 Jam

Jika tambahan kerja berlangsung dua jam, jam pertama menggunakan pengali 1,5 dan jam kedua menggunakan pengali 2. Total faktor yang digunakan adalah 3,5 kali upah sejam.

3,5 × Rp34.682,08 = Rp121.387,28

Dengan demikian, estimasi uang lembur dua jam menjadi sekitar Rp121.387. Pengali 2 tidak diterapkan sejak jam pertama karena jam pertama memiliki faktor tersendiri.

3. Contoh Uang Lembur 3 Jam

Untuk tiga jam lembur, faktor yang digunakan adalah 1,5 + 2 + 2 sehingga totalnya 5,5. Perhitungannya menjadi:

5,5 × Rp34.682,08 = Rp190.751,45

Estimasi uang lemburnya adalah sekitar Rp190.751. Cara yang sama dapat digunakan untuk durasi lainnya dengan menyesuaikan faktor yang berlaku.

Cara menghitung uang lembur per jam menggunakan dasar upah sebulan dibagi 173.

Cara Menghitung Uang Lembur di Hari Libur

Perhitungan pada hari istirahat mingguan dan hari libur resmi menggunakan pengali yang berbeda dari tambahan kerja pada hari kerja. Pola lima atau enam hari kerja juga perlu diketahui karena menentukan jumlah jam yang menggunakan masing-masing pengali.

Karena itu, jangan menggunakan tabel lembur hari kerja untuk menghitung pekerjaan pada hari istirahat atau libur resmi. Langkah awalnya tetap menghitung upah sejam, tetapi tabel pengali yang digunakan setelahnya berbeda.

1. Contoh Hari Libur untuk Pola 5 Hari Kerja

Pada pola lima hari kerja dan 40 jam seminggu, delapan jam pertama pada hari istirahat mingguan atau hari libur resmi dibayar sebesar 2 kali upah sejam. Jam kesembilan dibayar 3 kali, sedangkan jam kesepuluh sampai kedua belas dibayar 4 kali upah sejam.

Misalnya, karyawan dengan nilai upah sejam Rp34.682,08 bekerja selama delapan jam pada hari tersebut. Perhitungannya menjadi:

8 jam × 2 × Rp34.682,08 = Rp554.913,28

Estimasi uang lemburnya menjadi sekitar Rp554.913. Apabila pekerjaan dilanjutkan ke jam kesembilan, tambahan jam tersebut menggunakan pengali 3.

2. Contoh Hari Libur untuk Pola 6 Hari Kerja

Pada pola enam hari kerja dan 40 jam seminggu, tujuh jam pertama dibayar sebesar 2 kali upah sejam. Jam kedelapan menggunakan pengali 3, sedangkan jam kesembilan sampai kesebelas menggunakan pengali 4.

Jika seseorang bekerja tujuh jam dengan nilai upah sejam Rp34.682,08, perhitungannya menjadi:

7 jam × 2 × Rp34.682,08 = Rp485.549,12

Estimasi pembayaran menjadi sekitar Rp485.549. Terdapat ketentuan khusus apabila hari libur resmi jatuh pada hari kerja terpendek dalam pola enam hari sehingga HR tetap perlu memeriksa kalender dan pola waktu kerja sebelum menghitung.

Bagaimana Cara Menghitung Uang Lembur dari Upah Harian?

Tidak semua pekerja menerima upah dengan skema bulanan sehingga regulasi juga menyediakan cara mengonversi upah harian menjadi upah sebulan. Untuk pola enam hari kerja seminggu, upah sehari dikalikan 25, sedangkan pola lima hari kerja menggunakan pengali 21.

Misalnya, seorang pekerja dengan pola lima hari menerima upah Rp250.000 per hari. Dasar upah bulanannya untuk perhitungan menjadi:

Rp250.000 × 21 = Rp5.250.000

Setelah memperoleh angka tersebut, nilai upah sejam dihitung dengan rumus yang sama:

Rp5.250.000 ÷ 173 = Rp30.346,82

Nilai sekitar Rp30.346,82 tersebut kemudian dikalikan dengan faktor sesuai durasi dan waktu pelaksanaan lembur. Tahapan ini membuat pekerja dengan upah harian tetap memiliki dasar bulanan sebelum tarif lemburnya dihitung.

Otomatiskan Perhitungan Uang Lembur dengan SunFish Payroll

Menghitung beberapa transaksi secara manual mungkin masih mudah, tetapi kompleksitas meningkat ketika perusahaan menangani banyak karyawan, shift, komponen gaji, dan transaksi setiap periode. HR juga perlu memastikan informasi lembur yang telah disetujui masuk ke payroll tanpa harus berkali-kali dipindahkan antarfile.

SunFish HR Payroll mengintegrasikan data payroll, kehadiran, dan tunjangan sekaligus mendukung konfigurasi komponen gaji melalui nilai, formula, parameter, persentase, periode, dan lembur. Kemampuan tersebut membantu perusahaan mengotomatisasi perhitungan sekaligus mengurangi pekerjaan manual dalam siklus penggajian.

Dengan alur yang lebih terintegrasi, tim payroll dapat lebih fokus pada validasi dan pengecekan dibanding menghitung kembali setiap transaksi secara manual. Hubungi Tim Profesional DataOn untuk mengkonsultasikan kebutuhan perhitungan uang lembur dan mengetahui bagaimana SunFish Payroll dapat mendukung proses penggajian perusahaan secara lebih efisien.

FAQ

1 jam lembur dibayar berapa?

Pada hari kerja, satu jam pertama dibayar sebesar 1,5 kali upah sejam, sedangkan nilai upah sejam dihitung dengan rumus 1/173 × upah sebulan. Jika dasar upah Rp6.000.000, contohnya menjadi sekitar Rp52.023 untuk satu jam pertama.

Perhitungan lembur 173 itu apa?

Angka 173 merupakan faktor yang digunakan untuk mengubah upah bulanan menjadi nilai upah sejam sesuai PP Nomor 35 Tahun 2021. Rumusnya adalah upah sebulan ÷ 173, bukan jumlah jam lembur yang harus dilakukan dalam sebulan.

Kenapa rumus lembur 1/173?

PP Nomor 35 Tahun 2021 menetapkan bahwa cara menghitung upah sejam adalah 1/173 kali upah sebulan. Hasil tersebut menjadi dasar yang kemudian dikalikan dengan faktor lembur sesuai jumlah jam dan waktu pelaksanaannya.

Lembur 4 jam dikali berapa?

Untuk empat jam lembur pada hari kerja, total faktornya adalah 1,5 + 2 + 2 + 2 = 7,5 kali upah sejam. Jadi, nilai upah sejam terlebih dahulu dihitung menggunakan rumus 1/173, kemudian dikalikan 7,5.

Artikel Terkait