6 mins read

6 Ragam Jenis Struktur Organisasi yang Umum Digunakan Perusahaan

Diagram 6 jenis struktur organisasi perusahaan untuk memahami karakteristik dan penerapan setiap model sesuai kebutuhan bisnis.

Jenis struktur organisasi menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kelancaran koordinasi antar fungsi, unit, maupun tingkatan jabatan dalam perusahaan. Pemilihannya perlu disesuaikan untuk menjaga kejelasan peran dan pembagian wewenang. 

Pembagian tanggung jawab yang sesuai membantu mendukung kelancaran operasional sekaligus memperjelas proses pengambilan keputusan. Oleh karena itu, setiap model memiliki karakteristik yang perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan kompleksitas yang dihadapi.

Alasan Perusahaan Menggunakan Jenis Struktur Organisasi yang Berbeda

Setiap perusahaan memiliki kebutuhan operasional, pola koordinasi, serta tingkat kompleksitas yang berbeda. Perbedaan tersebut mendorong munculnya berbagai model yang dirancang untuk mendukung kebutuhan pengelolaan yang beragam. 

Perbedaan Kebutuhan Operasional Setiap perusahaan

Aktivitas yang dijalankan oleh setiap perusahaan dapat memiliki proses kerja, tingkat koordinasi, dan kebutuhan pengawasan yang berbeda. Perbedaan tersebut memengaruhi pembagian peran maupun tingkat pengelolaan yang diperlukan. 

Ketika model yang diterapkan tidak selaras dengan kebutuhan operasional, proses koordinasi berpotensi menjadi kurang efektif. Pemilihan jenis struktur organisasi perlu mempertimbangkan karakteristik aktivitas yang dijalankan sehari-hari secara menyeluruh.  

Pengaruh Skala dan Kompleksitas Organisasi

Pertumbuhan bisnis umumnya diikuti oleh bertambahnya jumlah fungsi, unit kerja, maupun cakupan operasional. Perkembangan ini juga dapat memengaruhi kebutuhan tenaga kerja serta pengaturan tanggung jawab yang lebih terstruktur. 

Semakin tinggi kompleksitas yang dikelola, semakin penting memastikan alur koordinasi tetap berjalan secara efektif. Penyesuaian struktur membantu mendukung pengawasan sekaligus menjaga konsistensi pelaksanaan aktivitas di berbagai fungsi.

Jenis Struktur Organisasi yang Umum Digunakan

Diagram jenis struktur organisasi berbentuk hierarki yang menunjukkan pembagian jabatan, wewenang, dan hubungan kerja dalam perusahaan.

Setiap model memiliki karakteristik tersendiri dalam mengatur pembagian peran, susunan hierarki, dan koordinasi antar fungsi. Karakteristik tersebut membentuk pola kerja yang berbeda sekaligus memengaruhi bagaimana aktivitas perusahaan dijalankan.  

Struktur Fungsional

Sebagai salah satu jenis struktur organisasi yang paling umum digunakan, model ini mengelompokkan aktivitas berdasarkan kesamaan fungsi atau bidang pekerjaan. Pembagian tersebut umumnya mencakup area seperti pemasaran, keuangan, operasional, maupun sumber daya manusia. 

Pembagian wewenang dalam model ini biasanya tersusun secara vertikal pada masing-masing fungsi. Pendekatan tersebut membantu menciptakan spesialisasi yang lebih jelas sekaligus mendukung konsistensi pelaksanaan pekerjaan. 

Struktur Divisional

Model ini membagi aktivitas ke dalam beberapa unit berdasarkan produk, wilayah operasional, atau segmen pasar tertentu. Setiap divisi umumnya memiliki sumber daya dan fungsi pendukung untuk menjalankan aktivitasnya secara mandiri. 

Pengelolaan yang terpisah memungkinkan setiap unit berfokus pada kebutuhan dan target yang berbeda. Penerapan model ini dapat terlihat pada berbagai contoh struktur organisasi yang disesuaikan dengan tujuan perusahaan.  

Struktur Matriks

Kerangka ini merupakan salah satu jenis struktur organisasi yang menggabungkan pembagian berdasarkan fungsi dengan tim yang dibentuk untuk kebutuhan proyek atau inisiatif tertentu. Dalam model ini, satu peran dapat berada di bawah lebih dari satu individu sesuai tanggung jawab yang dijalankan. 

Pendekatan tersebut mendukung kolaborasi lintas fungsi serta pemanfaatan sumber daya yang lebih fleksibel. Agar berjalan efektif, kejelasan peran dan mekanisme koordinasi perlu ditetapkan sejak awal.

Struktur Proyek

Susunan ini dibentuk secara khusus untuk mendukung penyelesaian target, program, atau inisiatif tertentu dalam jangka waktu yang telah ditetapkan. Setelah tujuan tersebut tercapai, sumber daya yang terlibat dapat dialokasikan kembali ke proyek atau aktivitas lainnya. 

Pembentukan tim biasanya berpusat pada sasaran yang ingin dicapai dalam suatu proyek. Pembagian peran dan tanggung jawab disesuaikan dengan kebutuhan pelaksanaan agar proses koordinasi dapat berlangsung secara lebih terarah. 

Struktur Tim (Team-Based Structure)

Struktur ini mengutamakan kolaborasi melalui kelompok kerja yang dibentuk untuk menjalankan fungsi atau tujuan tertentu. Hubungan kerja cenderung lebih horizontal guna mendukung koordinasi antaranggota dalam menyelesaikan berbagai aktivitas.

Jumlah lapisan manajerial pada model ini umumnya lebih sedikit dibandingkan susunan yang bersifat hierarkis. Karakteristik tersebut menjadikannya salah satu jenis struktur organisasi yang banyak digunakan untuk mendukung kolaborasi lintas fungsi. 

Struktur Jaringan (Network Structure)

Berbeda dengan model yang mengelola sebagian besar fungsi secara internal, pendekatan ini memanfaatkan mitra eksternal untuk mendukung aktivitas tertentu. Fokus pengelolaan diarahkan pada fungsi inti yang menjadi prioritas perusahaan.  

Pemanfaatan teknologi sering menjadi bagian penting dalam mendukung koordinasi antar pihak yang terlibat. Kejelasan hubungan kerja sama dan pembagian tanggung jawab perlu dikelola secara konsisten untuk menjaga efektivitas pelaksanaannya. 

Menyesuaikan Struktur Organisasi dengan Kebutuhan Operasional 

Setiap struktur organisasi disusun untuk mendukung kebutuhan operasional yang berbeda. Pemilihannya umumnya disesuaikan dengan karakteristik bisnis, pola koordinasi, serta tingkat kompleksitas yang dikelola. 

Saat Operasional Berfokus pada Spesialisasi Fungsi

Struktur fungsional umumnya digunakan ketika aktivitas bisnis memiliki pembagian fungsi yang jelas, seperti pemasaran, keuangan, operasional, dan sumber daya manusia. Pendekatan ini membantu menciptakan fokus yang lebih tinggi pada setiap bidang pekerjaan.

Model tersebut banyak diterapkan pada operasional yang relatif stabil dan memiliki alur kerja yang terstandarisasi. Karakteristik ini menjadikannya salah satu jenis struktur organisasi yang banyak digunakan untuk mendukung spesialisasi fungsi.

Saat Mengelola Banyak Produk atau Wilayah Operasional

Struktur divisional sering digunakan ketika bisnis mengelola beberapa produk, wilayah, atau segmen pasar yang berbeda. Pemisahan unit membantu setiap divisi berfokus pada kebutuhan maupun target yang lebih spesifik.

Pendekatan ini memungkinkan pengelolaan yang lebih dekat dengan karakteristik masing-masing area bisnis. Di sisi lain, koordinasi antar-divisi tetap perlu dijaga agar selaras dengan tujuan perusahaan secara keseluruhan.

Saat Kolaborasi Lintas Fungsi Menjadi Kebutuhan Utama

Struktur matriks maupun struktur tim umumnya diterapkan ketika pekerjaan melibatkan berbagai fungsi secara bersamaan. Model ini membantu memperkuat koordinasi dan kolaborasi antar fungsi dalam pelaksanaan aktivitas sehari-hari. 

Kebutuhan koordinasi yang tinggi sering ditemukan pada proyek, inisiatif strategis, maupun lingkungan kerja yang dinamis. Dalam kondisi tersebut, jenis struktur organisasi yang diterapkan perlu memperjelas pembagian peran agar pelaksanaannya tetap efektif.  

Saat Operasional Bersifat Dinamis dan Berorientasi Proyek

Struktur proyek maupun struktur jaringan banyak digunakan ketika aktivitas membutuhkan fleksibilitas yang lebih tinggi. Pendekatan ini juga sering diterapkan ketika sebagian pekerjaan melibatkan mitra eksternal atau tim khusus.

Fokus pengelolaan biasanya diarahkan pada pencapaian tujuan tertentu dalam periode yang telah ditentukan. Dengan demikian, sumber daya dapat dialokasikan sesuai kebutuhan tanpa melakukan perubahan besar pada struktur utama. 

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Menentukan Struktur Organisasi

Ilustrasi penerapan jenis struktur organisasi dalam perusahaan melalui koordinasi lintas fungsi dan pengambilan keputusan bersama.

Pemilihan jenis struktur organisasi yang kurang sesuai dapat memengaruhi efektivitas koordinasi maupun pembagian tanggung jawab dalam operasional sehari-hari. Kondisi tersebut sering terjadi ketika penyusunan struktur tidak mempertimbangkan kebutuhan perusahaan secara menyeluruh. 

Beberapa kesalahan yang perlu dihindari antara lain:

  • Mengikuti Pendekatan Perusahaan Lain Tanpa Evaluasi
    Struktur yang sesuai untuk satu perusahaan belum tentu relevan bagi perusahaan lainnya.
  • Menyusun Struktur Berdasarkan Individu
    Pembagian fungsi sebaiknya ditentukan oleh kebutuhan operasional, bukan menyesuaikan jabatan dengan orang yang saat ini menempatinya.
  • Tidak Menyelaraskan Struktur dengan Strategi Bisnis
    Model yang dipilih perlu mendukung arah pertumbuhan dan prioritas yang ingin dicapai.
  • Membiarkan Batas Tanggung Jawab Tetap Kabur
    Ketidakjelasan peran maupun wewenang berpotensi memicu tumpang tindih pekerjaan dan kebingungan dalam pengambilan keputusan. 

Dukung Pertumbuhan Organisasi dengan SunFish

Seiring bertambahnya jumlah fungsi, unit kerja, maupun tingkatan jabatan, pengelolaan struktur organisasi secara manual dapat menjadi semakin kompleks.  Perubahan jabatan, perpindahan departemen, hingga pembaruan jalur koordinasi memerlukan data yang akurat dan mudah diakses. 

SunFish HR Core hadir melalui fitur manajemen struktur organisasi yang dinamis. Teknologi ini menyajikan visualisasi bagan kerja yang rapi untuk memperjelas susunan organisasi, memperkuat kolaborasi lintas departemen, serta meningkatkan efisiensi operasional secara real-time. 

Segera diskusikan dengan tim profesional DataOn untuk mendapatkan dukungan penuh dan solusi sesuai kebutuhan perusahaan Anda. Langkah ini dapat membantu menjaga konsistensi operasional sekaligus mendukung pertumbuhan bisnis Anda secara lebih berkelanjutan. 

FAQ

  1. Struktur organisasi mana yang paling banyak digunakan?

Model fungsional merupakan struktur organisasi yang paling banyak digunakan karena mengelompokkan aktivitas berdasarkan fungsi pekerjaan. Pembagian ini membantu memperjelas peran, tanggung jawab, dan hierarki dalam organisasi.  

  1. Apa yang menjadi kelebihan dari struktur organisasi yang fleksibel?

Struktur organisasi yang fleksibel membantu perusahaan beradaptasi terhadap perubahan kebutuhan operasional. Pendekatan ini juga mendukung koordinasi dan kolaborasi antar fungsi.

Artikel Terkait