9 mins read

Keamanan Data Karyawan: Mengapa Perlu Dilihat Berdasarkan Tahapannya?

Keamanan data karyawan dalam sistem HRIS yang terstruktur dan terkontrol.

Keamanan data karyawan tidak hanya berbicara tentang apakah perusahaan memiliki sistem HR digital atau tidak. Yang lebih penting adalah bagaimana data tersebut dilindungi saat disimpan, saat dikirim, dan saat digunakan dalam proses kerja sehari-hari.

Dalam operasional HR, data karyawan terus bergerak. Data masuk saat proses rekrutmen, digunakan saat onboarding, diperbarui selama masa kerja, diproses untuk payroll, diakses oleh manager, dikirim antar sistem, dan tetap disimpan bahkan setelah karyawan keluar sesuai kebutuhan administrasi atau regulasi. Setiap tahap memiliki risiko dan kontrol yang berbeda.

Nyatanya, data HR memiliki karakter berbeda dari data bisnis lain karena menggabungkan identitas pribadi, informasi finansial, catatan pekerjaan, medical leave history, hingga data biometrik dalam satu sistem. Karena data tersebut menyangkut individu secara langsung, perlindungannya perlu dirancang sesuai risiko di setiap kondisi data. 

Salah satu cara praktis untuk memahami keamanan data HR adalah dengan melihat tiga kondisi utama data: data at rest, data in transit, dan data in use. Ketiganya membantu HR, IT, dan manajemen memahami di mana data berada, bagaimana data bergerak, siapa yang mengaksesnya, dan kontrol apa yang perlu diterapkan.

Dengan memahami tiga kondisi ini, perusahaan tidak hanya bertanya, “Apakah data HR kami aman?” tetapi bisa bertanya dengan lebih tepat: “Apakah data karyawan aman saat disimpan, saat dikirim, dan saat digunakan?”

Mengapa Keamanan Data Karyawan Perlu Dilihat Berdasarkan Tahapnya?

Data karyawan tidak selalu berada dalam satu kondisi yang sama. Ada saat ketika data hanya tersimpan di database. Ada saat ketika data dikirim dari aplikasi mobile ke server. Ada juga saat ketika data sedang dibuka, diedit, diproses, atau digunakan oleh tim HR, payroll, manager, finance, atau admin sistem.

Perbedaan kondisi ini penting karena risiko dan bentuk perlindungannya tidak selalu sama. Karena itulah perlindungan keamanan data karyawan di setiap tahap perlu dilihat dari bagaimana data disimpan, dikirim, dan digunakan dalam proses HR sehari-hari.

Data yang tersimpan perlu dilindungi dari akses tidak sah, pencurian perangkat, kebocoran file, atau akses langsung ke database. Data yang sedang dikirim perlu dilindungi agar tidak dapat dibaca atau dimanipulasi saat melewati jaringan. Sementara data yang sedang digunakan perlu dilindungi melalui autentikasi, otorisasi, pembatasan akses, audit trail, dan disiplin pengguna.

Visual data at rest, data in transit, dan data in use dalam keamanan data karyawan.

Apa Itu Data at Rest dalam Konteks HR?

Data at rest adalah data karyawan yang sedang disimpan dan tidak sedang dikirim atau diproses secara aktif. Dalam konteks HR, data ini dapat berupa database karyawan, dokumen kontrak, file payroll, data rekening bank, dokumen benefit, performance record, backup data HR, foto, tanda tangan, atau arsip administrasi lainnya.

Risiko utama pada data at rest adalah akses tidak sah terhadap data yang tersimpan, baik karena hak akses yang terlalu luas, file yang berada di lokasi tidak aman, perangkat yang hilang, atau database yang tidak dilindungi dengan baik.

Untuk melindunginya, perusahaan perlu memastikan data tersimpan secara terstruktur, akses dibatasi berdasarkan kebutuhan kerja, data sensitif dienkripsi, backup tersedia dan terlindungi, serta kebijakan retensi atau anonimisasi data diterapkan jika diperlukan. Enkripsi dapat membantu membuat data lebih sulit dibaca jika terjadi akses tidak sah, tetapi tetap perlu didukung oleh kontrol akses, pengelolaan backup, dan tata kelola data yang jelas.

Cara Melindungi Data Karyawan Saat Disimpan

Perlindungan data at rest dapat dimulai dari tiga pertanyaan sederhana: di mana data karyawan disimpan, siapa yang dapat mengaksesnya, dan bagaimana data tersebut dilindungi jika terjadi akses tidak sah?

Beberapa langkah yang dapat dilakukan perusahaan antara lain:

1. Gunakan penyimpanan data yang terstruktur agar data karyawan tidak tersebar di spreadsheet, folder pribadi, email, atau perangkat lokal yang sulit dikontrol.

2. Batasi akses berdasarkan kebutuhan kerja, terutama untuk data sensitif seperti payroll, rekening bank, kontrak kerja, dan dokumen pribadi.

3. Gunakan enkripsi untuk data sensitif agar file atau database tidak mudah dibaca jika terjadi akses tidak sah.

4. Pastikan backup tersedia dan terlindungi karena backup tetap berisi data karyawan yang sensitif.

5. Perhatikan retensi dan anonimisasi data agar data yang tidak lagi dibutuhkan tidak terus meningkatkan risiko paparan.

Apa Itu Data in Transit dalam Konteks HR?

Data in transit adalah data karyawan yang sedang bergerak dari satu titik ke titik lain. Dalam HR, ini terjadi ketika karyawan login ke HRIS melalui browser, mengajukan cuti lewat mobile app, HR mengunggah dokumen onboarding, data attendance dikirim ke HRIS, data payroll dikirim ke sistem lain, atau HRIS terhubung dengan aplikasi lain melalui integrasi.

Risiko data in transit muncul ketika data dikirim melalui jaringan yang tidak aman, konfigurasi koneksi tidak tepat, atau integrasi antar sistem tidak dilindungi dengan autentikasi dan enkripsi yang memadai.

Cara Melindungi Data Karyawan Saat Dikirim

Untuk menjaga keamanan data karyawan saat bergerak, perusahaan perlu memastikan jalur komunikasi antar pengguna, aplikasi, dan sistem terlindungi dengan baik.

Beberapa langkah yang dapat diperhatikan antara lain:

1. Gunakan koneksi terenkripsi, seperti TLS (Transport Layer Security), untuk melindungi data yang dikirim antara pengguna dan server.

2. Pastikan integrasi antar sistem memiliki kontrol keamanan, termasuk autentikasi, authorization, dan pengelolaan API key yang jelas.

3. Batasi data yang dikirim sesuai kebutuhan agar proses tertentu tidak membawa data karyawan lebih banyak dari yang diperlukan.

4. Lindungi transfer file dan backup, terutama jika data payroll, attendance, atau laporan HR masih dikirim melalui file transfer.

5. Edukasi pengguna tentang risiko file sharing, termasuk penggunaan email pribadi, aplikasi chat tidak resmi, atau jaringan publik yang tidak sesuai kebijakan.

Keamanan data karyawan tidak hanya bergantung pada teknologi seperti enkripsi, MFA, dan activity monitoring. Awareness pengguna dan kepatuhan terhadap protokol keamanan juga berperan penting dalam menjaga data tetap terlindungi.

Studi Cybersecurity Awareness in HR: Protecting Employee Data in the Digital Era menekankan bahwa keamanan data karyawan tidak hanya bergantung pada teknologi seperti enkripsi, MFA, dan activity monitoring, tetapi juga pada awareness pengguna dan kepatuhan terhadap protokol keamanan.

Apa Itu Data in Use dalam Konteks HR?

Data in use adalah data karyawan yang sedang dibuka, diakses, diproses, diedit, dianalisis, atau digunakan oleh pengguna dan aplikasi. Contohnya, HR memperbarui data karyawan, payroll memproses komponen gaji, manager melihat data tim, karyawan memperbarui informasi pribadi, atau user mengunduh laporan HR.

Pada tahap ini, risiko utama bukan hanya pencurian data, tetapi juga penggunaan data oleh pihak yang tidak tepat, akses yang terlalu luas, perubahan tanpa kontrol, atau proses tanpa jejak audit yang memadai.

Cara Melindungi Data Karyawan Saat Digunakan

Keamanan data in use sangat berkaitan dengan siapa yang dapat melakukan apa di dalam sistem. Karena itu, perusahaan perlu memperhatikan autentikasi, otorisasi, approval workflow, dan audit trail.

Untuk pembahasan yang lebih spesifik, DataOn juga mengulas pentingnya kontrol akses dalam data HR, termasuk bagaimana perusahaan dapat membatasi akses berdasarkan peran, kebutuhan kerja, dan tingkat sensitivitas data yang dikelola.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

1. Verifikasi identitas pengguna melalui mekanisme autentikasi yang sesuai, seperti password, PIN, MFA, biometric authentication, atau single sign-on.

2. Batasi akses berdasarkan peran agar setiap pengguna hanya dapat melihat atau mengubah data yang relevan dengan tanggung jawabnya.

3. Gunakan approval workflow untuk perubahan penting, seperti perubahan rekening bank, status karyawan, struktur organisasi, atau komponen payroll.

4. Aktifkan audit trail dan data change logs untuk mencatat siapa yang mengubah data, kapan perubahan dilakukan, dan apa yang diubah.

5. Tinjau akses saat onboarding, mutasi karyawan, promosi, dan offboarding agar hak akses tetap sesuai dengan peran terbaru pengguna.

Dengan pendekatan ini, perusahaan dapat menjaga keamanan data karyawan tidak hanya saat data disimpan atau dikirim, tetapi juga ketika data digunakan dalam proses HR sehari-hari.

Tiga Tahap Data Ini Tetap Perlu Dilihat sebagai Satu Sistem

Meskipun data at rest, data in transit, dan data in use dapat dijelaskan secara terpisah, dalam praktiknya ketiganya saling terhubung.

Misalnya, data rekening karyawan awalnya disimpan sebagai data at rest di database HRIS. Ketika karyawan memperbarui data melalui aplikasi mobile, data tersebut menjadi data in transit saat dikirim ke server. Ketika tim payroll memverifikasi dan menyetujui perubahan, data tersebut menjadi data in use. Setelah disetujui, data kembali tersimpan sebagai data at rest.

Artinya, keamanan data karyawan tidak bisa hanya kuat di satu tahap. Jika data disimpan dengan baik tetapi dikirim melalui jalur yang tidak aman, risiko tetap ada. Jika koneksi aman tetapi akses pengguna terlalu luas, risiko tetap muncul. Jika akses dibatasi tetapi perubahan data tidak tercatat, perusahaan tetap kesulitan menjaga integritas data.

Karena itu, perusahaan perlu melihat keamanan data karyawan sebagai rangkaian kontrol yang saling melengkapi, bukan sebagai daftar fitur yang berdiri sendiri.

Pertanyaan Awal untuk Mengevaluasi Keamanan Data Karyawan

Agar lebih mudah diterapkan, perusahaan dapat mulai dengan pertanyaan-pertanyaan berikut:

  1. Di mana saja data karyawan disimpan?
  2. Apakah data sensitif seperti payroll, rekening bank, dan dokumen HR dienkripsi atau dilindungi dengan kontrol yang memadai?
  3. Apakah data karyawan dikirim melalui koneksi yang aman?
  4. Apakah integrasi HRIS dengan sistem lain memiliki autentikasi dan pengelolaan akses yang jelas?
  5. Siapa saja yang dapat melihat, mengubah, mengunduh, atau menyetujui data karyawan?
  6. Apakah hak akses pengguna ditinjau secara berkala?
  7. Apakah perubahan data penting tercatat dalam audit trail?
  8. Apakah proses onboarding, perubahan peran, dan offboarding sudah terhubung dengan pengelolaan akses?
  9. Apakah pengguna memahami risiko phishing, password sharing, dan penggunaan kanal tidak resmi untuk data HR?
  10. Apakah HR dan IT memiliki tanggung jawab yang jelas dalam menjaga keamanan data?

Pertanyaan ini tidak dimaksudkan sebagai checklist teknis final, tetapi sebagai langkah awal untuk memahami apakah perlindungan data karyawan sudah mencakup data saat disimpan, dikirim, dan digunakan.

HR Core membantu perusahaan mengelola keamanan data karyawan dengan kontrol akses dan audit trail.

Bagaimana HRIS Membantu Mengelola Keamanan Data Karyawan?

HRIS dapat membantu perusahaan mengelola data karyawan dengan lebih terstruktur. Sistem HR yang baik membantu mengurangi penyimpanan data yang tersebar, memperjelas hak akses, mencatat perubahan data, dan mendukung proses approval yang lebih konsisten.

Namun, HRIS bukan berarti risiko hilang sepenuhnya. Sistem tetap perlu dikonfigurasi dengan benar, digunakan secara disiplin, dan dievaluasi secara berkala. Perusahaan juga perlu memahami bahwa keamanan bukan hanya fitur teknis, tetapi bagian dari tata kelola HR.

Dalam konteks data at rest, HRIS membantu memusatkan data dalam sistem yang lebih terkontrol. Dalam konteks data in transit, HRIS yang tepat perlu mendukung komunikasi data yang aman antara pengguna, aplikasi, dan sistem. Dalam konteks data in use, HRIS membantu membatasi akses berdasarkan peran, mencatat aktivitas, dan menjaga proses perubahan data tetap terkendali.

Keamanan data karyawan dimulai dari fondasi pengelolaan HR yang jelas, terpusat, dan dapat dikontrol. Melalui SunFish HR Core, DataOn membantu perusahaan mengelola data karyawan, struktur organisasi, administrasi HR, dan akses informasi dalam satu sistem yang lebih tertata.

Konsultasikan kebutuhan perusahaan Anda terkait keamanan data karyawan, pengelolaan data HR, dan fondasi sistem HR bersama tim profesional DataOn. Dengan pendekatan yang tepat, perusahaan dapat membangun operasional HR yang lebih aman, akurat, dan siap mendukung pertumbuhan organisasi.

Catatan Perspektif dari DataOn

Artikel ini ditulis oleh DataOn, tim di balik SunFish HR, platform HRIS enterprise yang dibangun dan dioperasikan di Asia Tenggara selama lebih dari 25 tahun. Sebagai penyedia solusi HRIS, kami menyampaikan perspektif ini secara terbuka agar pembaca memahami konteks dari pembahasan tentang keamanan data karyawan dan perlindungan data HR.

Perspektif ini berasal dari pengalaman DataOn dalam merancang, mengamankan, dan memelihara sistem HR untuk berbagai organisasi di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara. Dari pengalaman tersebut, kami melihat bahwa keamanan data karyawan bukan hanya isu teknis, tetapi juga berkaitan dengan proses HR, kepatuhan, kontrol akses, kedisiplinan pengguna, dan kesiapan perusahaan dalam mengelola data secara bertanggung jawab.

Artikel ini dapat digunakan sebagai titik awal untuk memahami risiko dan menyusun pertanyaan yang lebih tepat. Untuk kebutuhan kepatuhan, legal, atau keamanan IT yang spesifik, perusahaan tetap disarankan berkonsultasi dengan tim legal, IT, atau penasihat profesional terkait.

FAQ

Apa yang dimaksud dengan keamanan data karyawan?

Keamanan data karyawan adalah upaya perusahaan untuk melindungi data pribadi, pekerjaan, finansial, dan dokumen HR agar tidak diakses, diubah, dikirim, atau digunakan tanpa otorisasi yang tepat.

Apa itu data at rest dalam HR?

Data at rest adalah data karyawan yang sedang disimpan, misalnya di database HRIS, file dokumen, backup, server, atau cloud storage.

Apa itu data in transit dalam HR?

Data in transit adalah data karyawan yang sedang dikirim dari satu sistem ke sistem lain, seperti saat user mengakses HRIS melalui browser, mobile app, atau integrasi antar aplikasi.

Apa itu data in use dalam HR?

Data in use adalah data karyawan yang sedang diakses, diproses, diubah, atau digunakan oleh pengguna dan sistem, misalnya saat HR memperbarui data karyawan atau payroll memproses gaji.

Bagaimana HRIS membantu keamanan data karyawan?

HRIS dapat membantu perusahaan memusatkan data karyawan, membatasi akses berdasarkan peran, mendukung approval workflow, mencatat perubahan data, dan mengurangi penyimpanan data yang tersebar di banyak file atau sistem.

Artikel Terkait