Jakarta, May 2026 – Transformasi digital kini tidak lagi hanya berbicara tentang konektivitas, infrastruktur, atau kecepatan akses. Di tengah meningkatnya adopsi Artificial Intelligence (AI), data, dan sistem berbasis cloud, organisasi juga dituntut untuk membangun fondasi digital yang aman, tangguh, dan siap menghadapi perubahan.
Isu ini menjadi pembahasan utama dalam Tech & Telco Forum 2026 yang diselenggarakan oleh CNBC Indonesia pada Rabu, 6 Mei 2026. Mengangkat tema “Building a Safer Digital Nation: From Connectivity to Cyber Resilience,” forum ini menghadirkan para pemimpin industri untuk membahas strategi, prospek, serta tantangan Indonesia dalam memperkuat keamanan siber guna mendukung transformasi digital nasional.
Dalam forum tersebut, Gordon James Enns, CEO dan President Director PT Indodev Niaga Internet (DataOn), berpartisipasi sebagai salah satu panelis. Melalui sesi diskusi, Gordon membagikan perspektif mengenai pemanfaatan AI dalam pengembangan perangkat lunak, khususnya untuk solusi Human Resources Information System (HRIS) dan Enterprise Resource Planning (ERP) melalui produk SunFish HR.
Kehadiran DataOn dalam forum ini menegaskan bahwa teknologi HR memiliki peran penting dalam agenda transformasi digital perusahaan. Ketika organisasi semakin mengandalkan sistem digital untuk mengelola data karyawan, absensi, payroll, performa, dan proses SDM lainnya, keamanan data dan kesiapan sistem menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan bisnis.
Transformasi Digital Membutuhkan Fondasi Sistem yang Aman
Tema besar Tech & Telco Forum 2026 menyoroti kebutuhan Indonesia untuk bergerak dari perluasan konektivitas menuju ekosistem digital yang lebih tangguh. Bagi dunia bisnis, konektivitas membuka peluang besar untuk meningkatkan efisiensi, kolaborasi, dan inovasi. Namun, peluang tersebut juga membawa tantangan baru, terutama dalam keamanan data, tata kelola sistem, dan kesiapan organisasi dalam mengadopsi teknologi.
Dalam konteks pengelolaan SDM, tantangan ini menjadi semakin relevan. Data karyawan merupakan salah satu aset paling sensitif dalam perusahaan. Informasi terkait identitas pribadi, struktur organisasi, kompensasi, performa, absensi, hingga payroll perlu dikelola melalui sistem yang aman, terintegrasi, dan dapat dipercaya.
Karena itu, digitalisasi HR tidak cukup hanya dengan memindahkan proses manual ke sistem online. Perusahaan membutuhkan platform yang mampu mendukung operasional harian, menjaga akurasi data, memperkuat kontrol, serta membantu manajemen mengambil keputusan dengan lebih cepat dan tepat.
Peran AI dalam Pengembangan HRIS dan ERP
Dalam paparannya, Gordon James Enns menyampaikan bahwa perkembangan AI telah membuka peluang baru dalam pengembangan perangkat lunak, termasuk untuk solusi HRIS dan ERP. Teknologi AI tidak hanya membantu mempercepat proses, tetapi juga mendukung cara kerja yang lebih analitis, responsif, dan adaptif terhadap kebutuhan organisasi modern.
Di ranah HR, AI dapat membantu perusahaan memahami data SDM dengan lebih baik. Sistem yang sebelumnya hanya berfungsi sebagai alat pencatat administrasi kini dapat berkembang menjadi platform yang memberikan insight, mendukung pengambilan keputusan, dan membantu HR mengantisipasi kebutuhan tenaga kerja secara lebih strategis.
Misalnya, dalam pengelolaan absensi dan payroll, teknologi HRIS dapat membantu perusahaan meningkatkan akurasi data, mengurangi pekerjaan manual, dan mempercepat proses validasi. Dalam manajemen performa, sistem digital dapat membantu organisasi memantau pencapaian karyawan secara lebih objektif dan berkelanjutan. Sementara dalam pengelolaan risiko SDM, data yang terstruktur dapat menjadi dasar untuk memahami tren workforce, potensi turnover, kebutuhan pelatihan, hingga efektivitas kebijakan internal.
Dengan pendekatan ini, HR tidak lagi hanya berperan sebagai fungsi administratif. HR dapat menjadi mitra strategis bisnis yang menggunakan data dan teknologi untuk mendorong produktivitas, kepatuhan, dan keberlanjutan organisasi.
SunFish HR Dukung Pengelolaan SDM yang Terintegrasi
Sebagai produk utama DataOn, SunFish HR dirancang untuk mendukung perusahaan dalam mengelola kebutuhan manajemen SDM secara menyeluruh. Platform ini mencakup berbagai fungsi penting seperti Core HR, payroll, attendance management, performance management, recruitment, training, mobile access, analytics, dan berbagai proses HR lainnya.
Bagi organisasi dengan jumlah karyawan besar, banyak cabang, atau struktur bisnis yang kompleks, sistem HR yang terintegrasi menjadi kebutuhan utama. Tanpa sistem yang kuat, perusahaan dapat menghadapi tantangan seperti data yang tersebar, proses approval yang lambat, kesalahan dalam payroll, keterbatasan visibility terhadap performa, serta sulitnya menjaga konsistensi kebijakan di seluruh unit bisnis.
Melalui SunFish HR, perusahaan dapat mengelola proses HR dalam satu platform yang terhubung. Hal ini membantu HR memiliki data karyawan yang lebih akurat, proses kerja yang lebih efisien, dan kontrol yang lebih baik terhadap aktivitas operasional SDM.
Lebih dari sekadar sistem administrasi, SunFish HR juga mendukung perusahaan dalam membangun fondasi transformasi SDM digital. Platform ini membantu HR mengurangi beban pekerjaan manual, meningkatkan transparansi proses, dan menyediakan data yang lebih siap digunakan untuk analisis maupun pengambilan keputusan.

AI dan HRIS untuk Menghadapi Tantangan SDM Masa Depan
Dunia kerja terus berubah. Perusahaan tidak hanya dituntut untuk mengelola kebutuhan karyawan hari ini, tetapi juga perlu mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan. Perubahan pola kerja, kebutuhan skill baru, kompleksitas regulasi, dan meningkatnya ekspektasi karyawan membuat HR membutuhkan dukungan teknologi yang lebih cerdas.
Dengan pemanfaatan AI dalam sistem HR, perusahaan dapat bergerak dari proses yang reaktif menuju pendekatan yang lebih prediktif. Data yang sebelumnya hanya tersimpan sebagai catatan operasional dapat diolah menjadi insight yang membantu organisasi memahami kondisi tenaga kerja secara lebih mendalam.
Contohnya, perusahaan dapat menganalisis pola absensi, tren performa, efektivitas pelatihan, hingga potensi risiko turnover. Insight ini membantu HR dan manajemen membuat keputusan yang lebih berbasis data, bukan hanya berdasarkan asumsi.
Namun, pemanfaatan AI juga harus dibarengi dengan tata kelola yang kuat. Keamanan data, kepatuhan, dan transparansi penggunaan teknologi tetap menjadi aspek penting. Dalam konteks inilah pembahasan Tech & Telco Forum 2026 menjadi relevan bagi dunia HR. Transformasi digital yang kuat bukan hanya tentang penggunaan teknologi terbaru, tetapi juga tentang bagaimana teknologi tersebut digunakan secara aman, bertanggung jawab, dan selaras dengan kebutuhan bisnis.
DataOn Perkuat Komitmen dalam Transformasi Digital Perusahaan
Kehadiran Gordon Enns di Tech & Telco Forum 2026 menunjukkan komitmen DataOn untuk terus berkontribusi dalam percakapan yang lebih luas mengenai masa depan teknologi di Indonesia. Transformasi digital nasional tidak hanya membutuhkan infrastruktur dan konektivitas, tetapi juga solusi bisnis yang mampu membantu organisasi mengelola aset paling penting mereka, yaitu manusia.
Dalam era digital, pengelolaan SDM menjadi semakin strategis. Perusahaan membutuhkan sistem yang tidak hanya mencatat data, tetapi juga membantu menciptakan proses kerja yang lebih efektif, menjaga kepatuhan, meningkatkan pengalaman karyawan, dan mendukung keputusan bisnis yang lebih kuat.
Melalui pengembangan teknologi HRIS dan pemanfaatan AI, DataOn terus memperkuat posisi SunFish HR sebagai solusi yang relevan bagi kebutuhan perusahaan modern di Indonesia dan ASEAN.
Membangun Masa Depan Digital yang Lebih Aman Dimulai dari Sistem yang Tepat
Tech & Telco Forum 2026 menjadi pengingat bahwa transformasi digital harus dibangun secara menyeluruh. Konektivitas membuka jalan, AI mempercepat inovasi, dan keamanan siber menjaga keberlanjutan. Namun, semua itu perlu diterjemahkan ke dalam sistem nyata yang digunakan perusahaan setiap hari.
Dalam konteks HR, sistem yang tepat dapat membantu perusahaan bekerja lebih akurat, efisien, dan siap menghadapi perubahan. Mulai dari absensi, payroll, performa, hingga workforce planning, teknologi HRIS memiliki peran penting dalam memperkuat operasional sekaligus mendukung strategi bisnis jangka panjang.
Partisipasi DataOn dalam forum ini memperkuat pesan bahwa transformasi SDM digital adalah bagian dari perjalanan besar menuju ekosistem digital yang lebih aman, tangguh, dan berdaya saing. Dengan dukungan SunFish HR, perusahaan dapat membangun fondasi HR yang lebih kuat untuk menghadapi tantangan era digital.
Selengkapnya, simak paparan Gordon James Enns, CEO dan President Director DataOn (PT Indodev Niaga Internet), dalam Tech & Telco Forum 2026 CNBC Indonesia melalui tayangan CNBC Indonesia berikut:
Tentang DataOn
DataOn (PT Indodev Niaga Internet) adalah penyedia solusi Human Capital Management (HCM) terintegrasi yang mendukung perusahaan dalam mengelola operasional HR secara lebih efisien, akurat, dan strategis.
Melalui produk unggulannya, SunFish HR, DataOn membantu organisasi dari berbagai industri di Indonesia dan Asia Tenggara menjalankan transformasi HR digital, mulai dari Core HR, payroll, attendance management, talent management, performance management, recruitment, analytics, mobile access, hingga pemanfaatan AI dalam proses HR.
Dengan pengalaman melayani beragam skala bisnis dan kebutuhan industri, DataOn terus menghadirkan solusi HR end-to-end yang dirancang untuk memperkuat kepatuhan, meningkatkan produktivitas, dan membantu perusahaan mengambil keputusan berbasis data. SunFish HR menjadi bagian dari komitmen DataOn untuk mendukung organisasi membangun sistem HR yang lebih modern, aman, dan siap menghadapi tantangan tenaga kerja masa depan.
