5 mins read

Perhitungan Lembur Karyawan: Aturan, Rumus, dan Contohnya

Ilustrasi perhitungan lembur karyawan dengan kalender, jam, dan uang sebagai simbol pembayaran upah.

Perhitungan lembur karyawan mempertimbangkan upah bulanan, durasi, jenis hari, serta pola kerja lima atau enam hari. Perbedaan komponen tersebut dapat memengaruhi tarif yang wajib dibayarkan perusahaan.

Berdasarkan PP No. 35 Tahun 2021, upah sejam dihitung sebesar 1/173 dari upah sebulan. Panduan ini membahas penghitungan bagi karyawan swasta, pekerja harian, dan pembayaran lembur per jam.

Kapan Waktu Kerja Dihitung sebagai Lembur?

Lembur mencakup pekerjaan yang melebihi jam normal atau dilakukan pada hari istirahat dan hari libur resmi. Pola kerja perlu diperhatikan agar durasi dan upahnya dihitung secara tepat.

Batas Waktu Kerja Normal

Waktu kerja normal adalah tujuh jam sehari dan 40 jam seminggu untuk pola enam hari kerja. Pada pola lima hari kerja, batasnya adalah delapan jam sehari dan 40 jam seminggu.

Pekerjaan yang melampaui batas harian atau mingguan tersebut dapat diperhitungkan sebagai lembur. Perbedaan pola kerja juga memengaruhi tarif pada hari istirahat mingguan dan hari libur resmi.

Dasar Hukum Lembur Karyawan Swasta

Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 memperbarui ketentuan ketenagakerjaan dalam UU Nomor 13 Tahun 2003. Aturan teknisnya dijelaskan dalam PP Nomor 35 Tahun 2021, khususnya Pasal 26 hingga Pasal 34.

Waktu kerja tambahan dibatasi paling lama empat jam sehari dan 18 jam seminggu. Batas mingguan tersebut tidak termasuk pekerjaan pada hari istirahat mingguan atau hari libur resmi.

Syarat Pelaksanaan Kerja Lembur

Kerja lembur harus dilakukan berdasarkan perintah perusahaan dan persetujuan karyawan yang bersangkutan. Persetujuan tersebut dapat diberikan secara tertulis maupun melalui media digital.

Perusahaan juga perlu mencatat nama dan durasi setiap pelaksanaan kerja tambahan melalui form lembur. Pencatatan yang akurat membantu mencegah perbedaan antara data kehadiran dan pembayaran payroll.

Komponen Perhitungan Lembur Karyawan

Dokumen timesheet dan arsip overtime untuk mencatat waktu kerja dalam perhitungan lembur karyawan.

Besaran upah lembur ditentukan oleh dasar upah, durasi, jenis hari, dan pola kerja yang berlaku. Setiap komponen perlu dicatat secara akurat agar pembayaran sesuai dengan hak karyawan dan ketentuan yang berlaku. 

Dasar Upah Lembur

Dasar penghitungan menggunakan upah sebulan yang terdiri dari upah pokok dan tunjangan tetap. Ketepatan perhitungan gaji bulanan membantu perusahaan menentukan nominal sebelum menerapkan tarif lembur.

Jika upah juga mencakup tunjangan tidak tetap dan komponen tetapnya kurang dari 75% total upah, dasar lembur menggunakan 75% dari total tersebut. Jika upah sebulan di bawah upah minimum, penghitungan menggunakan upah minimum setempat.

Durasi dan Jenis Hari Lembur

Durasi dihitung berdasarkan waktu kerja aktual yang melebihi batas normal dan telah mendapat persetujuan. Catatan kehadiran, jadwal kerja, serta waktu mulai dan selesai diperlukan untuk memastikan jumlah jamnya.

Jenis hari juga menentukan pengali yang digunakan dalam penghitungan. Tarif hari kerja berbeda dari hari istirahat mingguan atau hari libur resmi dan perlu disesuaikan dengan pola lima atau enam hari kerja.

Cara Menghitung Upah Lembur Karyawan

Cara menghitung upah lembur dimulai dengan menentukan tarif per jam, jumlah waktu tambahan, dan jenis hari pelaksanaannya. Pengali upah kemudian disesuaikan dengan durasi serta pola lima atau enam hari kerja. 

Rumus Upah Lembur per Jam

Tarif upah per jam dihitung dengan mengalikan 1/173 dengan upah sebulan. Penggunaan angka 173 dalam perhitungan lembur berfungsi untuk mengonversi upah bulanan menjadi nilai per jam. 

Upah per jam = 1/173 × upah sebulan 

Upah sebulan sebesar Rp5.190.000 menghasilkan tarif Rp30.000 melalui perhitungan gaji per jam. Tarif tersebut kemudian dikalikan sesuai durasi dan jenis hari lembur. 

Lembur pada Hari Kerja

Pembayaran pada hari kerja dilakukan secara bertingkat berdasarkan durasinya. Jam pertama dibayar 1,5 kali upah sejam, sedangkan setiap jam berikutnya dibayar dua kali. 

Durasi Lembur Pengali Upah
Jam pertama 1,5 × upah sejam
Setiap jam berikutnya 2 × upah sejam

Lembur Hari Libur pada Sistem Enam Hari Kerja

Pada pola enam hari kerja, tarif hari istirahat atau hari libur resmi meningkat sesuai durasinya. Jika hari libur resmi jatuh pada hari kerja terpendek, jam ke-1–5 dibayar dua kali, jam keenam tiga kali, dan jam ke-7–9 empat kali upah sejam. 

Durasi Lembur Pengali
Jam ke-1–7 2 × upah sejam
Jam ke-8 3 × upah sejam
Jam ke-9–11 4 × upah sejam

Lembur Hari Libur pada Sistem Lima Hari Kerja

Pada pola lima hari kerja, delapan jam pertama pada hari istirahat atau hari libur resmi dibayar dua kali upah sejam. Pengalinya meningkat menjadi tiga kali pada jam kesembilan dan empat kali pada jam ke-10 hingga ke-12. 

Durasi Lembur Pengali
Jam ke-1–8 2 × upah sejam
Jam ke-9 3 × upah sejam
Jam ke-10–12 4 × upah sejam

Contoh Perhitungan Lembur Karyawan

Staf memasukkan data perhitungan lembur karyawan ke dalam sistem payroll perusahaan.

Penerapan rumus dapat berbeda berdasarkan komponen upah, durasi, jenis hari, dan pola kerja karyawan. Seluruh simulasi dalam bagian ini mengacu pada ketentuan PP Nomor 35 Tahun 2021. 

Lembur Tiga Jam pada Hari Kerja

Seorang karyawan memperoleh upah bulanan Rp5.190.000 dan bekerja tiga jam lebih lama pada hari kerja. Dari nominal tersebut, tarif upah per jamnya adalah Rp30.000.

  • Upah sejam: Rp5.190.000 ÷ 173 = Rp30.000
  • Jam pertama: 1,5 × Rp30.000 = Rp45.000
  • Jam kedua dan ketiga: 2 × 2 × Rp30.000 = Rp120.000
  • Total upah lembur: Rp45.000 + Rp120.000 = Rp165.000

Dengan demikian, total pengali untuk tiga jam pada hari kerja adalah 5,5 kali upah sejam. Pengali tersebut berasal dari 1,5 untuk jam pertama dan masing-masing 2 untuk dua jam berikutnya.

Lembur Karyawan dengan Upah Harian

Seorang karyawan pada pola lima hari kerja menerima upah Rp250.000 per hari dan bekerja lembur selama dua jam. Dalam perhitungan gaji per hari, upah tersebut perlu dikonversi menjadi nilai bulanan sebelum tarif lembur ditentukan.

  • Upah sebulan: Rp250.000 × 21 = Rp5.250.000
  • Upah sejam: Rp5.250.000 ÷ 173 = Rp30.347
  • Total pengali dua jam: 1,5 + 2 = 3,5
  • Total upah lembur: 3,5 × Rp30.347 = Rp106.215

Untuk pola enam hari kerja, konversi upah sebulan dilakukan dengan mengalikan upah sehari dengan 25. Hasil konversi tersebut kemudian dibagi 173 dan dikalikan tarif lembur yang berlaku.

Lembur pada Hari Istirahat Mingguan

Seorang karyawan dengan pola enam hari kerja bekerja selama sembilan jam pada hari istirahat mingguannya. Total penghasilannya Rp8.000.000, terdiri dari upah pokok Rp4.500.000, tunjangan tetap Rp500.000, dan tunjangan tidak tetap Rp3.000.000.

Karena upah pokok dan tunjangan tetap sebesar Rp5.000.000 kurang dari 75% total upah, dasar penghitungannya menggunakan 75% dari Rp8.000.000. Dengan demikian, dasar upah lembur yang digunakan adalah Rp6.000.000.

  • Dasar upah lembur: 75% × Rp8.000.000 = Rp6.000.000
  • Upah sejam: Rp6.000.000 ÷ 173 = Rp34.682
  • Tujuh jam pertama: 7 × 2 × Rp34.682 = Rp485.548
  • Jam kedelapan: 3 × Rp34.682 = Rp104.046
  • Jam kesembilan: 4 × Rp34.682 = Rp138.728
  • Total upah lembur: Rp728.322

Contoh ini menggunakan tarif hari istirahat untuk pola enam hari kerja, bukan pola lima hari kerja. Penyebutan pola tersebut penting karena urutan pengali untuk kedua sistem berbeda.

Otomatiskan Perhitungan Lembur dengan SunFish Payroll

Dalam operasional berskala besar, ketidaksesuaian antara jadwal, catatan kehadiran, persetujuan lembur, dan komponen upah dapat menimbulkan kesalahan pembayaran. Rekonsiliasi manual juga membuat tim HR sulit memastikan bahwa setiap perubahan sudah masuk dalam periode payroll yang tepat.

SunFish Payroll dapat menghubungkan komponen upah dengan informasi kehadiran, jadwal kerja, dan aturan lembur yang berlaku. Sistem juga membantu perusahaan menjalankan simulasi penggajian dan menyimpan riwayat proses untuk kebutuhan pemeriksaan.

Hubungi tim profesional DataOn untuk mengetahui bagaimana SunFish Payroll dapat membantu perusahaan meningkatkan akurasi dan efisiensi perhitungan lembur.

FAQ 

  1. 1 jam lembur dibayar berapa? 

Pada hari kerja, jam pertama dibayar 1,5 kali upah sejam. Nilainya berbeda untuk setiap karyawan karena upah sejam dihitung sebesar 1/173 dari upah sebulan.  

  1. Apa itu 1/173 dalam perhitungan lembur? 

Angka 1/173 digunakan untuk mengubah upah sebulan menjadi upah per jam. Hasilnya kemudian dikalikan tarif sesuai durasi dan jenis hari lembur.  

  1. Lembur 3 jam dikali berapa? 

Tiga jam lembur pada hari kerja memiliki total pengali 5,5. Nilai tersebut terdiri dari 1,5 kali untuk jam pertama dan masing-masing dua kali untuk dua jam berikutnya.  

  1. Berapa total overtime maksimal dalam 1 minggu? 

Berdasarkan PP No. 35 Tahun 2021, batas lembur adalah empat jam sehari dan 18 jam seminggu berdasarkan PP No. 35 Tahun 2021. Batas mingguan tersebut tidak mencakup pekerjaan pada hari istirahat atau hari libur resmi.

Artikel Terkait